kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Musim hujan membuat produksi migas tak masimal


Jumat, 22 November 2013 / 14:00 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Financial Technology (Fintech). Kaum milenial menyumbang 65% pemberi pinjaman fintech lending Indonesia.


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Memasuki musim penghujan yang disertai kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat kinerja di industri migas terganggu. 

Budi Agustiono, Deputi Pengendalian Keuangan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) menuturkan bahwa beberapa waktu belakangan ini produksi minyak dan gas (migas) mengalami gangguan. “Salah satunya ya di sektor hulu yang terganggu, soalnya kondisi cuaca lagi buruk,” tuturnya Jumat (22/11) di Jakarta.

Budi menjelaskan, dengan kondisi cuaca yang tak “bersahabat” membuat penyimpanan minyak di dalam tanah (reservoir) menjadi terganggu. Hal ini membuat produksi migas menjadi tak maksimal.

Sayangnya Budi tidak mengetahui persis berapa besar dampaknya terhadap penurunan produksi migas. “Saya tidak tahu persis. Tapi ini masih berjalan terus, kalau disampaikan disini angkanya salah, bisa salah persepsi nanti,” katanya.

Meski begitu, menurutnya hal ini tidak akan berdampak bagi penerimaan negara dari sektor migas. “Penerimaan negara tetap jalan kok, tapi ada sedikit gangguan mengenai data waktu musim hujan ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×