kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Naik 6,31%, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 11,62 Triliun Per Juni 2023


Selasa, 11 Juli 2023 / 16:57 WIB
Naik 6,31%, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 11,62 Triliun Per Juni 2023
ILUSTRASI. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan perolehan kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2023 sebesar Rp 11,62 triliun.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan perolehan kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2023 sebesar Rp 11,62 triliun. Perolehan kontrak baru ini tumbuh 6,31% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp. 10,93 triliun.

Beberapa perolehan kontrak baru yang diraih PTPP hingga Juni 2023, antara lain he North-South Commuter di Philipina sebesar Rp 1,36 triliun, Bendungan Cibeet (Rp 937 miliar), East Port Lamongan Phase 1A & 1 B (Rp 767 miliar),

Lalu, Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Paket 2 (Rp 683 miliar), Gedung BSI Antara (Rp 607 miliar), Pembangunan Jalan Akses Menuju Masjid IKN dan Dermaga Logistik (Rp 397 miliar), Universitas Haluleo Kendari (Rp 240 miliar), Duplikasi Jembatan PIK (Rp 205 miliar), dan Rumah Sakit Amanah Banjarmasin (Rp 201 miliar).

Baca Juga: PTPP Sebut Permintaan Lahan di KIT Batang Makin Meningkat

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan, sampai dengan Juni 2023, kontrak baru dari pemerintah (Government) mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 45,67%, disusul oleh BUMN (SOE) sebesar 27,27%, dan swasta (private) sebesar 27,06%.

Komposisi perolehan proyek tersebut terdiri dari induk sebesar 85,10% dan anak usaha PTPP sebesar 14,90%.

"Sedangkan, berdasarkan lini bisnis perusahaan komposisi perolehan kontrak baru perusahaan terdiri dari lini bisnis gedung sebesar 34,8%, jalan dan jembatan sebesar 24,6%, perkeretaapian sebesar 11,7%, bendungan sebesar 9,7%, pelabuhan sebesar 8,5%, industri sebesar 7,4%, irigasi sebesar 2,1%, dan migas sebesar 1,1%,” ungkap Bakhtiyar dalam siaran pers, Selasa (11/7).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×