Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Colliers Indonesia melaporkan total penjualan lahan kawasan industri di Greater Jakarta atau Jabodetabek mencapai 111,37 hektare pada kuartal IV-2025, sehingga total transaksi sepanjang 2025 menjadi 311,85 hektare.
Laporan Colliers Quarterly Property Market itu menyebut, kinerja kawasan industri pada 2025, khususnya kuartal terakhir, menunjukkan permintaan penghuni yang lebih luas, terutama dari sektor terkait manufaktur.
"Permintaan pada kuartal IV-2025 terkonsentrasi di koridor industri yang sudah matang maupun yang sedang berkembang," papar tim riset Colliers Indonesia dalam laporan yang dirilis Rabu (18/2/2026).
Hasil riset menunjukkan, di Bekasi, aktivitas tetap selektif di tengah kondisi pasokan yang ketat, meskipun beberapa kawasan utama terus mencatat transaksi yang signifikan.
Baca Juga: HKI Usul Bentuk Tim Percepatan Kawasan Industri untuk Mengurai Hambatan Investasi
Bekasi Fajar membukukan penjualan lahan sekitar 6,3 hektare, yang terutama didorong oleh manufaktur barang konsumsi.
Sementara itu, Greenland International Industry Center (GIIC) muncul sebagai salah satu kawasan disebut paling aktif, yakni mencatat sekitar 28,6 hektare penyerapan lahan pada kuartal keempat.
Yang mana, sebagian besar didukung oleh pengembangan pusat data di samping FMCG dan aktivitas industri lainnya.
Sementara itu, Jababeka mencatat sekitar 3,2 hektare penjualan dari beragam campuran industri. Termasuk makanan dan minuman, pergudangan, dan lainnya, yang didominasi oleh perusahaan domestik serta investor Tiongkok dan Korea.
Di Karawang, Colliers Indonesia mengidentifikasi permintaan terutama didorong oleh pengguna yang padat modal dan spesifik sektor.
Suryacipta mencatat penyerapan lahan sekitar 5,9 hektare dari operator pusat data. Sementara, Karawang International Industrial City (KIIC) membukukan sekitar 2,6 hektare transaksi yang didukung manufaktur otomotif dan aktivitas logistik.
Baca Juga: Realisasi Prapenjualan Kawasan Industri Masih Lesu, Tahun Depan Diproyeksi Membaik
Lebih ke timur, Jatiluhur Industrial Smart City (JISC) di Purwakarta mencatat penjualan lahan yang cukup besar yang terdiri dari dua transaksi.
Di antaranya, seluas 3,14 hektare yang diakuisisi oleh produsen baja berlapis asal Vietnam, serta ekspansi seluas 1,14 hektare oleh perusahaan minuman asal Singapura.
Sementara itu, Subang menunjukkan momentum yang lebih kuat yang didukung oleh ketersediaan lahan berukuran besar.
"Subang Smartpolitan mencatat sekitar 23 hektare penyerapan, didominasi oleh manufaktur tekstil dan industri alat berat, yang sebagian besar didorong oleh investor Tiongkok dan Korea," terang tim riset Colliers Indonesia.
Di Serang, Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) mencatat transaksi signifikan sekitar 26 hektare untuk pengembangan fasilitas manufaktur PET oleh investor asal Tiongkok.
Baca Juga: Kemenperin Tegaskan Tiga Aspek Sebagai Indikator Standar Kawasan Industri, Apa Saja?
Sementara, di Modern Cikande, sekitar 10,2 hektare penjualan dari perusahaan tekstil dibukukan.
Colliers Indonesia menyimpulkan, sepanjang 2025, Modern Cikande merupakan kawasan industri dengan kinerja terbaik.
Kawasan ini mencatat total penyerapan lahan sebesar 63,6 hektare yang didorong oleh manufaktur skala besar, khususnya tekstil dan peralatan rumah tangga.
"Artha Industrial Hill menyusul dengan sekitar 47,3 hektare total penjualan, yang terutama didukung oleh industri mesin di samping tekstil," imbuh tim riset Colliers Indonesia.
Selanjutnya: AAUI Catat Pendapatan Premi Asuransi Umum Rp 112,81 Triliun hingga Akhir 2025
Menarik Dibaca: Akses Asuransi Lewat Aplikasi One by IFG, Mudah dan Praktis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)