kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.853   34,00   0,19%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Negara tujuan lakukan lockdown, ekspor minyak sawit turun 11,68% di semester I


Rabu, 12 Agustus 2020 / 16:37 WIB
ILUSTRASI. Tarif Ekspor CPO Naik: Pekerja memanen kelapa sawit di Bogor, Senin (1/6). Per tanggal 1 Juni 2020 pemerintah menaikkan tarif ekspor kelapa sawit, CPO dan turunannya. Tarif Ekspor biji sawit dan CPO naik masing2 US$5 menjadi US$25 per ton dan US$55 per to


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

Ekspor oleokimia sepanjang semester I tahun ini juga meningkat signifikan, yakni sebesar  24,4%. Menurut Joko, peningkatan ini bisa jadi disebabkan kebutuhan atas bahan-bahan pembersih seperti desinfektan dan hand sanitizer.

Sementara itu, Joko pun mengaku belum bisa memprediksi apakah ekspor minyak sawit di semester 2020 akan membaik atau tidak. Menurut dia, selama vaksin Covid-19 belum ditemukan maka berbagai negara tujuan ekspor masih akan tetap menerapkan lockdown atau PSBB.

Baca Juga: Harga komoditas kurang atraktif, investor bisa ambil pendekatan jangka pendek

Menurutnya, dengan adanya penerapan PSBB maka pola konsumsi pun akan berubah.

"Negara-negara ekspor destinasi utama saya pikir recovery pasti akan terjadi, tetapi seberapa cepat dan seberapa dampaknya ke demand terus terang saya tidak bisa menyebutkan," kata Joko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×