Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi
Ekspor oleokimia sepanjang semester I tahun ini juga meningkat signifikan, yakni sebesar 24,4%. Menurut Joko, peningkatan ini bisa jadi disebabkan kebutuhan atas bahan-bahan pembersih seperti desinfektan dan hand sanitizer.
Sementara itu, Joko pun mengaku belum bisa memprediksi apakah ekspor minyak sawit di semester 2020 akan membaik atau tidak. Menurut dia, selama vaksin Covid-19 belum ditemukan maka berbagai negara tujuan ekspor masih akan tetap menerapkan lockdown atau PSBB.
Baca Juga: Harga komoditas kurang atraktif, investor bisa ambil pendekatan jangka pendek
Menurutnya, dengan adanya penerapan PSBB maka pola konsumsi pun akan berubah.
"Negara-negara ekspor destinasi utama saya pikir recovery pasti akan terjadi, tetapi seberapa cepat dan seberapa dampaknya ke demand terus terang saya tidak bisa menyebutkan," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News