kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Negosiasi harga jual beli gas Tangguh sudah kelar


Minggu, 25 Maret 2012 / 12:19 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani Indrawati bicara soal risiko taper tantrum


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyelesaikan negosiasi pasokan gas alam cair (LNG) dari kilang LNG Tangguh. Perusahaan setrum nasional itu berharap perjanjian jual beli gas sudah bisa diteken April mendatang.

Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengaku sudah melaporkan hasil negosiasi itu ke pemerintah. Menurutnya, hasil negosiasi itu sedang dievaluasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sayangnya, Suryadi belum bisa membeberkan berapa harga jual beli gas tersebut. Dia beralasan, harga tersebut belum memperoleh kata restu dari pemerintah. "Tetapi, formula harga yang digunakan sama dengan harga LNG dari Kilang Bontang ke FSRU Jawa Barat,” katanya akhir pekan lalu.

Catata saja, formula FSRU Jawa Barat yaitu 11% dari harga minyak mentah Indonesia plus biaya transportasi dan regasifikasi. LNG Tangguh ini akan memasok gas ke terminal Arun, Aceh. Sekedar menyegarkan ingatan, Pertamina akan merevitalisasi Arun menjadi terminal penerimaan dan membangun pipa hingga ke Belawan untuk mengalirkan gas ke pembangkit PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×