kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Nilai Ekspor Indonesia Anjlok 8,30% pada Mei 2026, Ekspor Migas&Nonmigas Kompak Turun


Kamis, 02 Juli 2026 / 19:56 WIB
Nilai Ekspor Indonesia Anjlok 8,30% pada Mei 2026, Ekspor Migas&Nonmigas Kompak Turun
ILUSTRASI. Kemendag pada Pelepasan Ekspor Sepatu Nike ke Uni Eropa (Dok/Kemendag)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap kinerja ekspor nasional merosot pada bulan Mei 2026 dibandingkan April 2026. Ekspor migas dan nonmigas yang kompak terkontraksi menjadi pemicunya.

Berdasarkan data Kemendag, pada Mei 2026, ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 23,2 miliar. Angka ini anjlok 8,30% dibandingkan April 2026 dan menurun 5,73% secara tahunan (year on year) dibandingkan Mei 2025.

Pelemahan secara bulanan dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38% dan ekspor nonmigas sebesar 7,05%.

Adapun secara kumulatif Januari-Mei 2026, ekspor Indonesia tumbuh 3,02% yoy ke level US$ 115,36 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 3,89% yoy dibanding Januari-Mei 2025. Sementara, ekspor migas turun 12,71% yoy menjadi US$ 5,17 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. 

Baca Juga: Ekspor Batubara Sudah Normal, Setelah Ditahan ESDM untuk Amankan Listrik

"Ke depan, pemerintah akan terus memperluas akses pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nasional agar kinerja ekspor tetap terjaga," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Selama Januari–Mei 2026, ekspor sektor industri pengolahan tumbuh 6,80% yoy. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya ekspor aluminium dan barang daripadanya sebesar 64,33%, nikel dan barang daripadanya sebesar 60,88%, serta bahan kimia organik sebesar 31,04%.

Menurut Budi, peningkatan tersebut didukung membaiknya harga komoditas di pasar internasional serta meningkatnya permintaan global.

Di sisi lain, ekspor beberapa sektor melemah pada Januari-Mei 2026. Di antaranya, ekspor sektor pertanian melemah 24,95%, sektor migas turun 12,71%, dan sektor pertambangan dan lainnya turun 8,14%.

Baca Juga: Target Ekspor Manufaktur 30% Dinilai Realistis, Asal Daya Saing Industri Dibenahi

Kakao dan olahannya, serta kopi, teh dan rempah-rempah menjadi dua komoditas sektor pertanian yang mengalami penurunan terdalam pada Januari–Mei 2026 dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 39,34% dan 29,94%.

Sedangkan komoditas ekspor sektor pertambangan dan lainnya yang paling anjlok adalah bijih logam terak dan abu dengan penurunan ekspor 45,97%.

Dari sisi tujuan, pada Januari-Mei 2026 ekspor nonmigas Indonesia ke sejumlah negara menunjukkan peningkatan. Ekspor ke Rumania melonjak 409,78%, disusul Hong Kong 34,01%, Mesir 33,73%, Thailand 19,32%, dan Tiongkok 17,68% yoy.

Baca Juga: Ekspor Beras Tak Cukup Andalkan Surplus Produksi, Perlu Jaga Kualitas dan Efisiensi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×