Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat transformasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan.
Kolaborasi tersebut menempatkan Novo Nordisk di garis depan inovasi digital dalam industri farmasi, sekaligus memperkuat upaya menghadirkan terapi yang lebih cepat, tepat, dan inovatif bagi pasien di seluruh dunia.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan memanfaatkan kapabilitas AI canggih untuk menganalisis data medis yang kompleks, mengidentifikasi kandidat penemuan obat yang menjanjikan, serta mempercepat proses dari tahap riset hingga obat dapat diakses oleh pasien.
Seluruh pengembangan dilakukan dengan standar ketat terkait perlindungan data, tata kelola, serta pengawasan manusia untuk memastikan penggunaan teknologi tetap etis dan sesuai regulasi.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Gandeng Novo Nordisk Hadirkan Program Penurunan Berat Badan
Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar mengatakan, kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi perusahaan di era baru layanan kesehatan berbasis teknologi.
“Kemitraan ini merupakan langkah penting dalam menegaskan posisi Novo Nordisk sebagai pemimpin di era baru layanan kesehatan. Jutaan orang yang hidup dengan obesitas dan diabetes membutuhkan lebih banyak pilihan pengobatan, dan masih banyak terapi yang belum ditemukan yang dapat mengubah hidup mereka,” ujar Mike dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026)
Ia menambahkan, integrasi AI dalam proses kerja memungkinkan perusahaan menganalisis data dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan, sekaligus mempercepat pengujian hipotesis dan penemuan pola baru dalam riset obat.
Dengan demikian, kolaborasi ini membantu kami mempercepat penemuan terapi baru dan menghadirkannya ke pasar lebih cepat dari sebelumnya,” kata Mike.
Di sisi lain, OpenAI juga akan berperan dalam meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia Novo Nordisk melalui penguatan literasi AI di seluruh organisasi global perusahaan. Teknologi OpenAI juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini, mulai dari manufaktur, rantai pasok, hingga distribusi.
Baca Juga: Alih Teknologi Fraksionasi Plasma untuk Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional
Rencana implementasi kemitraan ini akan diawali dengan program percontohan di berbagai departemen, termasuk riset dan pengembangan, produksi, serta operasional komersial. Integrasi penuh ditargetkan rampung pada akhir 2026.
CEO OpenAI Sam Altman menilai, kolaborasi ini mencerminkan potensi besar AI dalam mentransformasi industri ilmu hayati. “AI sedang mentransformasi berbagai industri, dan dalam bidang ilmu hayati, teknologi ini dapat membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama,” ujarnya.
“Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional global yang lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan penanganan pasien.”
Novo Nordisk sendiri bukan pendatang baru dalam pemanfaatan teknologi digital. Perusahaan farmasi asal Denmark ini telah menjalankan berbagai inisiatif AI bersama mitra teknologi dan lembaga riset untuk memperkuat kapabilitas riset dan operasionalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













