kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,73   8,09   0.86%
  • EMAS1.029.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ojek Online Bisa Jadi Booster Percepatan Industri Kendaraan Elektrik


Kamis, 09 Juni 2022 / 16:52 WIB
Ojek Online Bisa Jadi Booster Percepatan Industri Kendaraan Elektrik
ILUSTRASI. Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di SPBU Pertamina,


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyambut positif keseriusan pemerintah dalam membangun industri kendaraan elektrik di dalam negeri dengan berbagai fasilitas yang diberikan.

Ia berharap, keseriusan dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pelopor penggunaan kendaraan elektrik. Apalagi Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.

Namun menurut Fahmy, selain fokus pada manufaktur produksi, pemerintah dan pelaku usaha juga perlu melakukan edukasi kepada publik mengenai kendaraan elektrik. Publik sebagai konsumen perlu tahu manfaat dan kelebihan kendaraan elektrik dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

“Jika bisa menyakinkan kepada publik sebagai konsumen, mereka akan sukarela berganti dari mobil fosil ke mobil listrik secara bertahap. Dimulai dari yang sederhana dulu yaitu sepeda motor yang penggunanya sangat banyak,” ujar Fahmy saat dihubungi awak media, Kamis (9/6).

Baca Juga: Begini Kelanjutan Kerja Sama TBS Energi Utama (TOBA) dan Gojek di Kendaraan Listrik

Fahmy lalu menunjuk komunitas ojek online yang saat ini jumlahnya sangat besar di Indonesia. “Sekarang ada ojek online yang terorganisasi sudah pakai motor listrik. Itu bisa jadi contoh bagi pengguna motor lainnya,” katanya.

Hal senada diungkapkan pakar kendaraan elektrik sekaligus Rektor Institut Teknologi (IT) PLN, Iwa Garniwa. Menurutnya, pemerintah harus memiliki prioritas dalam mengembangkan kendaraan elektrik.

“Kita harus bicara prioritas, mana yang mau diprioritaskan dulu. Menurut saya sebaiknya didorong kendaraan roda dua, karena mobil harganya masih tinggi,” ujarnya.

Keingintahuan publik terhadap motor elektrik saat ini memang terbilang cukup tinggi. Hal itu dapat dilihat dari pemesanan layanan GoRide Electric milik Gojek yang meningkat dua kali lipat sejak uji coba dikomersialkan.

Hanya tiga bulan sejak dikomersialkan, jarak tempuh GoRide Electric sudah lebih dari satu juta kilometer dari seluruh mitranya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×