kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Oktober, harga jual kedelai harus sudah Rp 7.000


Jumat, 27 September 2013 / 15:51 WIB
Oktober, harga jual kedelai harus sudah Rp 7.000
ILUSTRASI. Warga melintas di Jalan Mangkubumi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (6/4/2020). Cuaca hari ini di Jawa dan Bali cerah berawan hingga hujan petir, menurut prakiraan BMKG. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah mengklaim saat ini harga kedelai yang dijual petani sudah mencapai Rp 7.000 per kilogram. Hal ini sejalan dengan tambahan pasokan yang diambil dari impor.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan pihaknya akan memantau terus perkembangan harga jual kedelai. Hingga bulan Oktober pemerintah menargetkan harga jual kedelai masih di angka Rp 7.000. "Harga jual petani selama ini Rp 7.000 rupiah perkilo. Ke depan harus kita ukur untuk Oktober ini apakah Rp 7.000 tepat atau tidak," ujar Gita Wirjawan, Jumat (27/9).

Gita mengaku telah memantau beberapa daerah produsen penghasil kedelai di daerah Jember. Menurut Gita di beberapa daerah tersebut harga jual kedelai dibawa Rp 7.000.

Gita pun tak ingin harga kedelai dibawah patokan. Pasalnya hal tersebut akan menurunkan keuntungan petani. "Nanti masukan dari kawan-kawan petani kita tampung, kita akan tentukan apakah tetap di level Rp 7.000 atau beda," ungkap Gita. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×