kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Okupansi Capai 100%, Bekasi Fajar Industrial Estate Kembangkan Bisnis Pergudangan


Jumat, 30 Mei 2025 / 14:19 WIB
Okupansi Capai 100%, Bekasi Fajar Industrial Estate Kembangkan Bisnis Pergudangan
ILUSTRASI. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) melihat prospek bisnis pergudangan cukup positif pada tahun ini.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) melihat prospek bisnis pergudangan cukup positif pada tahun ini. 

Optimisme tersebut tercermin dari realisasi bisnis pergudangan perseroan yang berhasil mengalami peningkatan okupansi sewa pada kuartal pertama lalu. 

Head of Corporate Finance & Investor Relations BEST Rika Mandasari menyatakan pendapatan dari segmen pergudangan tumbuh positif pada kuartal pertama lalu. 

Di mana terjadi peningkatan okupansi sewa gudang, dari 80% pada kuartal I-2024 menjadi 100% pada kuartal pertama ini. 

“Potensi pertumbuhan kebutuhan atau permintaan pergudangan ke depannya dipicu dari permintaan perusahaan lokal dan asing terutama Cina dan Jepang untuk berinvestasi di sekitar Jakarta,” ungkap Rika, kepada KONTAN, pekan lalu. 

Baca Juga: BTN Syariah Dinobatkan Masuk Best Islamic Bank 2025

Menurut Rika, prospek bisnis pergudangan ke depannya masih sangat positif, seiring dengan peningkatan kebutuhan dari sektor consumer goods. F&B, kosmetik, electronic, home appliances, otomotif dan logistik.

Tanpa menyebutkan secara detail, Rika menuturkan bahwa pada tahun ini akan ada pengembangan produk baru untuk mengakomodasi kebutuhan permintaan gudang dan pabrik yang terus meningkat.

Adapun, pada tahun ini BEST menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 200 miliar untuk pengembangan gudang dan akuisisi lahan. 

Hingga Maret 2025, BEST tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 45,46 miliar. Angka ini menyusut 41,64% dibandingkan Rp 77,90 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Penurunan pendapatan tersebut membuat kerugian BEST meningkat menjadi Rp 33,16 miliar dibandingkan Rp 8,90 miliar pada kuartal pertama tahun 2024. 

Baca Juga: Bekasi Fajar Industrial (BEST) Siapkan Strategi Fleksibel Hadapi Dinamika Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×