kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Operator Seluler Perlu Optimalkan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Percepat 5G


Rabu, 22 Juli 2026 / 19:34 WIB
Operator Seluler Perlu Optimalkan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Percepat 5G
ILUSTRASI. Pemenang Lelang Frekuensi Wajib Perluas Layanan 4G ke 538 Desa dan Kejar Target 5G. Tambahan spektrum frekuensi 700 megahertz (MHz) dan 2,6 gigahertz (GHz), yang diperoleh operator seluler dinilai harus segera dioptimalkan. (KONTAN/Prayogi Ikhrawinata)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tambahan spektrum frekuensi 700 megahertz (MHz) dan 2,6 gigahertz (GHz), yang diperoleh operator seluler dinilai harus segera dioptimalkan agar mampu meningkatkan kualitas jaringan, sekaligus mempercepat pengembangan layanan 5G di Indonesia.

Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan, pekerjaan utama operator setelah ditetapkan sebagai pemenang seleksi pita frekuensi radio adalah merealisasikan komitmen pembangunan jaringan yang telah disampaikan kepada pemerintah.

Langkah tersebut mencakup perluasan layanan 4G di wilayah yang belum terlayani secara optimal, dan percepatan implementasi jaringan 5G.

“Setelah dapat frekuensi, maka prioritas utama adalah mempercepat implementasi komitmen pembangunan jaringan, baik perluasan layanan 4G di wilayah yang masih belum optimal maupun percepatan 5G sesuai target pemerintah,” ujar Heru kepada KONTAN, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Pemenang Lelang Frekuensi Wajib Perluas Layanan 4G ke 538 Desa dan Kejar Target 5G

Menurut Heru, operator juga perlu melakukan refarming dan integrasi spektrum agar pemanfaatan frekuensi menjadi lebih efisien.

Selain membangun base transceiver station (BTS) baru, perusahaan telekomunikasi juga harus meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan melalui kecepatan akses internet, stabilitas jaringan, dan cakupan layanan yang lebih luas.

Ia menjelaskan, pita frekuensi 700 MHz sebaiknya dimanfaatkan sebagai coverage layer karena memiliki karakteristik jangkauan yang luas.

Frekuensi tersebut dapat digunakan untuk memperluas layanan hingga wilayah pedesaan dan daerah terpencil, sekaligus meningkatkan kualitas sinyal di dalam gedung.

Sementara itu, pita 2,6 GHz lebih tepat dimanfaatkan sebagai capacity layer untuk meningkatkan kapasitas jaringan di kawasan dengan trafik data tinggi.

Baca Juga: Komdigi Tetapkan Telkomsel, Indosat, dan XL Smart Pemenang Lelang Frekuensi

Tambahan kapasitas tersebut juga akan memperkuat kesiapan operator dalam mengembangkan layanan 5G di masa mendatang. 

“Dengan kombinasi keduanya, ini akan menghasilkan jaringan yang lebih merata sekaligus memiliki kapasitas besar. Ini merupakan pendekatan yang juga diterapkan di banyak negara dalam pengembangan 5G,” jelas Heru.

Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan spektrum baru akan sangat bergantung pada kecepatan operator dalam mengimplementasikan pembangunan jaringan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×