kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Optimisme Lini Bisnis Kargo: Angkutan Kargo Garuda Indonesia (GIAA) Naik 34% di 2024


Kamis, 27 Maret 2025 / 11:31 WIB
Optimisme Lini Bisnis Kargo: Angkutan Kargo Garuda Indonesia (GIAA) Naik 34% di 2024
ILUSTRASI. Garuda Indonesia (GIAA) mencatatkan total angkutan kargo yang naik 34,27%, dari 170,93 ribu ton menjadi 229,51 ribu ton


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (GIAA) mencatatkan kenaikan signifikan pada lini bisnis kargo di tahun 2024.

Dengan total angkutan kargo yang meningkat 34,27%, dari 170,93 ribu ton menjadi 229,51 ribu ton. Kinerja positif ini sejalan dengan pertumbuhan angkutan penumpang yang juga mengalami lonjakan.

Angkutan kargo Garuda Indonesia (main brand) tercatat tumbuh sebesar 35,65%, mencapai 143,12 ribu ton, dibandingkan dengan 105,50 ribu ton pada tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini didorong oleh angkutan kargo pada rute domestik yang naik 26,31% menjadi 81,35 ribu ton, dan pada rute internasional yang melonjak 50,30% menjadi 61,77 ribu ton. Sementara itu, Citilink juga mencatatkan peningkatan 32,03% dalam angkutan kargonya, dari 65,43 ribu ton menjadi 86,39 ribu ton.

Baca Juga: Gabung Danantara, GIAA Alihkan 59 Miliar Saham kepada Biro Klasifikasi Indonesia

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, menyoroti pentingnya fokus perusahaan dalam mengoptimalkan alat produksi secara berkelanjutan. 

"Dengan dukungan penuh dari Pemerintah RI dan potensi pertumbuhan trafik penumpang global yang diperkirakan mencapai 9,9 miliar penumpang, kami optimis kinerja Garuda Indonesia akan terus berkembang di tahun 2025,” ujar Wamildan," ujar Wamildan dalam keterangan resminya, Kamis (27/3).

Selain itu, pendapatan penerbangan berjadwal Garuda Indonesia juga mencatatkan peningkatan 15,32%, mencapai US$2,74 miliar, dengan kontribusi besar dari angkutan penumpang dan kargo. 

Meski begitu, perusahaan masih mengalami kerugian bersih sebesar US$69,78 juta, yang dipengaruhi oleh kenaikan beban usaha, termasuk biaya pemeliharaan pesawat. 

 

Garuda Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya dan tetap optimis meski menghadapi tantangan industri penerbangan global yang semakin kompetitif.

Selanjutnya: Garuda Indonesia (GIAA) Targetkan 100 Armada Hingga Akhir 2025

Menarik Dibaca: Ingin Kue Semprit yang Enak dan Renyah? Ini Resep Rahasianya yang Dijamin Anti Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×