Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memandang prospek bisnis pusat perbelanjaan pada 2026 masih positif, seiring terbatasnya pasokan mal baru di Jakarta dan tingkat okupansi industri yang relatif tinggi sepanjang tahun lalu.
Kondisi tersebut dinilai membuka ruang penguatan kinerja operasional, khususnya bagi mal eksisting yang telah memiliki basis tenant dan trafik pengunjung yang stabil.
Director of Business Development PT Pakuwon Jati Tbk Ivy Wong mengatakan, tingkat okupansi mal perseroan secara konsisten berada di atas rata-rata industri. Situasi ini memberi keyakinan bahwa performa operasional pusat perbelanjaan PWON pada tahun ini masih dapat terjaga.
Berdasarkan laporan keuangan PWON hingga akhir September 2025 pendapatan PWON naik 6,9% secara tahunan menjadi Rp 5,1 triliun. Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen pengelolaan pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, dan apartemen servis yang mencatat Rp 3,2 triliun. Sementara itu, segmen real estat menyumbang Rp 1 triliun, diikuti perhotelan Rp 910 miliar.
Baca Juga: Produksi PHE Tembus 1,03 Juta BOEPD pada 2025, Dorong Ketahanan Energi Nasional
Hingga akhir September 2025, pendapatan berulang, atau recurring income PWON mendominasi 80,4% total pendapatan, atau naik 8% menjadi Rp4,1 triliun, yang utamanya ditopang oleh pusat perbelanjaan ritel sebesar Rp 2,9 triliun.
“Kami memandang prospek bisnis 2026 sangat positif. Dengan tingkat okupansi yang tinggi dan sehat, mal-mal PWON memiliki bargaining power yang kuat dalam menarik dan mempertahankan tenant berkualitas,” ujar Ivy kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).
Meski demikian, PWON mengaku tidak serta-merta menaikkan tarif sewa secara agresif. Perseroan lebih memilih pendekatan selektif dan disiplin dalam penetapan harga, dengan fokus membangun kerja sama jangka panjang bersama para tenant.
Menurut Ivy, kemitraan yang saling menguntungkan dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan strategi kenaikan tarif jangka pendek.
Dari sisi pengembangan portofolio, PWON menjalankan strategi yang seimbang antara optimalisasi aset eksisting dan ekspansi proyek baru. Untuk mal yang telah beroperasi, perusahaan menitikberatkan pada renovasi, penyegaran konsep, serta penyesuaian tenant mix agar tetap relevan dengan perubahan preferensi konsumen.
Baca Juga: Insentif PPN DTP 100% Dorong Properti 2026, Tetap Waspadai Risiko Harga
Di saat yang sama, PWON tetap membuka peluang pengembangan mal dan superblok baru secara selektif, terutama di lokasi yang dinilai memiliki potensi jangka panjang. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pengembangan superblok di Bekasi yang mengusung konsep kawasan terpadu dengan fungsi ritel, residensial, dan hospitality.
“Strategi ini kami jalankan dengan disiplin dan kehati-hatian, sejalan dengan kondisi pasar dan kesiapan permintaan. Tujuannya untuk memaksimalkan kinerja aset yang ada sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang,” jelasnya.
Di tengah perubahan pola belanja masyarakat dan meningkatnya penetrasi kanal digital, kinerja mal PWON masih ditopang oleh tenant yang bersifat lebih resisten terhadap digitalisasi.
Segmen food & beverage, hiburan, lifestyle, serta kebutuhan harian dan layanan menjadi kontributor utama karena mendorong kunjungan berulang dan pengalaman fisik yang sulit tergantikan.
PWON secara berkala melakukan evaluasi performa tenant, optimalisasi zoning, hingga penyegaran tata ruang guna menjaga relevansi pusat perbelanjaan dengan tren konsumen. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga stabilitas trafik pengunjung, tingkat okupansi, serta pendapatan sewa sebagai sumber recurring income.
Memasuki 2026, tantangan utama bisnis mal diperkirakan berasal dari tekanan inflasi yang berpotensi meningkatkan biaya operasional, serta perilaku belanja konsumen yang lebih selektif di tengah ketidakpastian ekonomi.
Di sisi lain, peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama dari tren ritel berbasis pengalaman serta masuknya tenant baru, termasuk brand asal China yang mulai agresif berekspansi di Indonesia.
“Kombinasi portofolio mal terintegrasi dalam kawasan superblok dan strategi kurasi tenant yang selektif membuat peluang pertumbuhan kinerja mal PWON tetap terbuka, meski dijalankan dengan pendekatan yang hati-hati dan terukur,” tutup Ivy.
Selanjutnya: Bursa Korea Selatan Rebound Hampir 5% Selasa (3/2), Perdagangan Dihentikan Sementara
Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Selasa (3/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













