kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pandemi covid-19 berpotensi menggerus bisnis tekstil dan garmen


Senin, 30 Maret 2020 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memproduksi kaos di industri konveksi rumahan di Lesanpuro, Malang, Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

Khususnya negara-negara di Eropa yang memberlakukan lockdown. Adapun dari segi produksi Rizal mengakui pasti ada penurunan, meski ia belum dapat merincikan besarannya.

Ancaman 'perumahan' karyawan, dapat saja terjadi jika kondisi semakin parah.

Namun API memastikan opsi tersebut ialah pilihan terakhir dilakukan jika pasar semakin anjlok, sedangkan sampai sekarang asosiasi menegaskan industri belum ada yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga: Bakal gelar demo, buruh tuntut pengusaha bayar gaji dan THR penuh

Di tengah melemahnya produksi tekstil nasional, industri di China mulai recovery. Rizal bilang, jika industri di dalam negeri tak segera disokong lewat safeguard dan relaksasi perpajakan, maka akan sangat sulit menyaingi gempuran impor dari luar ketika konsumsi dalam negeri mulai bertumbuh usai pandemi berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×