kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pandemi covid-19 berpotensi menggerus bisnis tekstil dan garmen


Senin, 30 Maret 2020 / 17:22 WIB
Pandemi covid-19 berpotensi menggerus bisnis tekstil dan garmen
ILUSTRASI. Pekerja memproduksi kaos di industri konveksi rumahan di Lesanpuro, Malang, Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Industri tekstil dan garmen tak berharap muluk-muluk terhadap pertumbuhan bisnis tahun ini. Pandemi covid-19 harus membuat para produsen bertahan di tengah ketidakpastian pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dari sisi investasi, Rizal Rakhman, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memastikan bakal ada penundaan.

Baca Juga: Pemkot Jaksel semprot disinfektan di Jalan protokol pakai pesawat tanpa awak

"Pasca imlek dan saat pengumuman wabah ini saya belum melihat ada investasi baru," terangnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/3).

Berkaca pada tahun lalu di semester pertama, menurut Rizal sektor industri seperti garmen masih diramaikan dengan ekspansi pabrik pakaian baru. Namun untuk kondisi sekarang pengusaha cenderung bertahan hingga situasi ekonomi stabil kembali.

Pemberlakuan social distancing di tengah masyarakat turut menggerus pasar dan permintaan pakaian. Bahkan untuk pasar ekspor, kata Rizal, ada yang cancel pembelian atau delaying order.

Baca Juga: Akhirnya, pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara ini ditutup karena corona...




TERBARU

[X]
×