kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Panen nan Wangi dari Raja Rempah Bernama Vanili


Minggu, 21 Januari 2024 / 09:05 WIB
Panen nan Wangi dari Raja Rempah Bernama Vanili
ILUSTRASI. Warga merawat bibit tanaman Vanili (Vanilla planifolia) varietas Planivolia di kebun pembibitan Vanili Kedu Farm desa Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (13/12/2019). Tingginya harga vanili yang mencapai Rp6 juta per kilogram vanili kering mendorong sejumlah pemuda di Temanggung membudidayakan bibit vanili yang dijual Rp10.000-Rp12.000 per batang dan telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

Geraldy Bonaventura Pinontoan tak sabar menanti bulan Maret tiba. Di bulan itulah, dia akan wisuda di salah satu universitas di Yogyakarta, ia lulus sebagai sarjana pertanian. Selesai wisuda, Geraldy berencana kembali ke kampung halamannya di Tomohon, Sulawesi Utara

Kembali ke Tomohon inilah yang menjadi penantian Gerry, panggilan akrab Geraldy Bonaventura Pinontoan. Bukan karena dia akan lekas berkumpul dengan keluarganya, tapi saat kembali ke tanah kelahirannya, sekaligus memboyong serta ratusan pohon vanili yang selama ini dibudidayakannya di Kota Gudeg sembari kuliah.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini,
pastikan Anda sudah mendaftar dan login

Hanya Rp 5,000 untuk membaca artikel ini.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×