kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Panggung Elektrik Citrabuana belum berminat kembangkan industri 4.0


Minggu, 02 Desember 2018 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. Penjualan elektronik stagnan


Reporter: Lita Febriani | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Panggung Elektrik Citrabuana, Ali Soebroto mengungkapkan berlimpahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, membuat pihaknya belum akan memasuki industri 4.0. Industri 4.0 dinilai efisien dan efektif digunakan di negara maju dengan upah pekerja yang tinggi. Sebab dapat mendatangkan keuntungan ekonomi yang besar.

Sementara di negara berkembang layaknya Indonesia, Ali Soebroto yang juga Ketua Umum Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (Aipti) beranggapan bahwa industri 4.0 belum dapat diterapkan. Melihat Upah Minimum Pekerja (UMP) di Indonesia masih tergolong murah. "Tenaga kita murah dan hasilnya sama saja jadi buat apa," tutur Ali, kepada Kontan.co.id, akhir pekan ini.

Ali menambahkan mendigitalisasi suatu proses produksi harus dilakukan apabila perlu dan dapat mendatangkan keuntungan ekonomi. "Kita harus melihat industri 4.0 itu sebagai suatu standart atau hanya nama," ungkap Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×