kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Para pedagang mengeluh tiga bulan terakhir gula hilang dari pasar, ada apa?


Jumat, 06 Maret 2020 / 16:36 WIB
ILUSTRASI. White sugar products are placed for sale at a supermarket in Beijing, China September 4, 2017. Picture taken September 4, 2017. REUTERS/Jason Lee


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Di sisi lain, masa panen yang lebih lambat dari perkiraan turut mempengaruhi ketersediaan gula di pasaran. Roy menyebut, melambatnya masa panen karena faktor cuaca yang tidak menentu, di samping belum meratanya panen di beberapa daerah. 

"Masa panen itu kan April. Tapi memang akan bergeser satu sampai dua minggu dari akhir April," ucap Roy. 

Tapi dia memastikan, ketersediaan gula bisa kembali normal saat memasuki bulan suci Ramadan karena pemerintah telah menerbitkan Persetujuan Impor (PI) bahan pangan, salah satunya gula. 

Baca Juga: Stok gula pasir tinggal 386.065 ton, ini penyebab harga terus menanjak

"Notabene-nya tentu akan tiba sebelum masa panen sehingga dapat dipastikan sebelum masa panen saat memasuki bulan suci ramadhan kita sudah normal kembali," ucap dia. 

Belum lagi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Gula. (Dean Pahrevi)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjual Menjerit, Sudah 3 Bulan Gula dalam Kemasan Hilang dari Pasar"
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×