Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja penjualan mobil baru yang mencatat pertumbuhan hingga Juli 2026 belum sepenuhnya menular ke pasar mobil bekas. Terbatasnya daya beli masyarakat dan tingginya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi membuat permintaan mobil bekas diperkirakan masih cenderung tertahan hingga penghujung tahun.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit. Angka tersebut tumbuh 18,3% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 437.544 unit.
Pertumbuhan juga terlihat pada penjualan ritel. Sepanjang Januari-Juli 2026, penjualan ritel tercatat sebanyak 511.514 unit atau meningkat 12,3% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Namun, pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, pasar mobil bekas memiliki karakteristik dan dinamika tersendiri sehingga pergerakannya tidak selalu sejalan dengan penjualan mobil baru.
Baca Juga: HERO Fokus Ekspansi Guardian, Siapkan Strategi Licensing dan Franchise
Menurutnya, peningkatan penjualan mobil baru dalam beberapa waktu terakhir belum dapat dijadikan indikator bahwa daya beli masyarakat telah pulih. Kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan, kekhawatiran terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK), serta tingkat bunga kredit yang belum turun masih menjadi pertimbangan konsumen.
Bebin menilai, pertumbuhan penjualan mobil baru lebih banyak ditopang konsumen yang memang masih memiliki kemampuan membeli, baik secara tunai maupun melalui kredit. Sebagian konsumen juga disebut mempercepat pembelian karena mengantisipasi potensi kenaikan harga mobil akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
"Pasar mobil bekas mempunyai tren pasar tersendiri, sering kali terlepas dari apa yang terjadi pada penjualan di pasar mobil baru," ujar Bebin kepada Kontan, Senin (17/8/2026).
Berbeda dengan pasar mobil baru, kondisi pasar mobil bekas dinilai masih relatif adem. Penjual belum memiliki banyak ruang untuk menaikkan harga karena unit yang ditawarkan membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual, sementara minat konsumen belum menunjukkan perubahan signifikan.
"Pasar mobil bekas tergantung supply dan demand, daya beli dan kondisi pasar," katanya.
Bebin pun memperkirakan pasar mobil bekas masih akan mengalami tekanan hingga akhir 2026. Menurutnya, belum terlihat indikasi kuat yang menunjukkan adanya perbaikan permintaan dalam beberapa bulan mendatang.
Meski demikian, pelaku industri melihat peluang pertumbuhan masih terbuka di sejumlah kanal penjualan mobil bekas. Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) Jany Candra mengatakan, prospek bisnis mobil bekas masih cukup baik.
Baca Juga: Unilever Dorong Inovasi di Bisnis Hair Care lewat Teknologi AI
Ia mencontohkan kinerja Caroline.id yang masih mampu mencatatkan pertumbuhan sekitar 50% pada kuartal II 2026.
"Prospek masih bagus, terutama untuk Caroline.id yang masih bisa tumbuh sekitar 50% pada kuartal kedua tahun ini," ujar Jany kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).
Jany mengatakan, mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) dengan harga di bawah Rp 200 juta masih menjadi kendaraan bekas yang paling banyak dicari konsumen.
Dari sisi harga, Jany menilai harga mobil bekas masih relatif stabil. Namun, terdapat potensi kenaikan apabila harga mobil baru terus mengalami peningkatan.
"Tren harga mobil relatif stabil tetapi ada kemungkinan akan meningkat, tren harga mobil baru yang mulai naik," jelasnya.
Ia juga memperkirakan penjualan mobil bekas pada paruh kedua 2026 berpeluang mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan semester pertama. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, penjualan mobil bekas cenderung meningkat pada semester kedua.
"Prospek penjualan paruh kedua biasanya lebih tinggi dari paruh pertama. Jadi kemungkinan akan naik," pungkas Jany.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
