kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pasar kabel untuk transmisi listrik potensial


Kamis, 14 September 2017 / 21:36 WIB


Reporter: Siti Maghfirah | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Kebutuhan kabel di Indonesia masih cukup besar, baik kabel untuk listrik atau telekomunikasi. Tingkat elektrifikasi di Indonesia yang masih di level sekitar 80%, memunculkan optimisme permintaan kabel masih akan meningkat.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Noval Jamalluail. Menurutnya, misalnya wilayah di Indonesia yang sudah teraliri listrik sebesar 85%, artinya 15% masih belum. "Karena masih banyak yang belum teraliri, pasti butuh pembangkit yang lebih banyak. Akhirnya berpengaruh juga pada transmisi dan kebutuhan kabel menjadi besar," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/9).

Maka dari itu, lanjutnya, pemerintah saat ini membuat proyek 35.000 megawatt (MW) untuk membangun pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit inilah yang nanti menghasilkan transmisi dan membutuhkan kabel dalam jumlah besar.

Namun menurutnya, hal ini seringkali mengalami beberapa kendala. Terutama ketika pemerintah tidak punya full power untuk segera menjalankan proyek. "Berbeda dengan China yang apapun proyek pemerintah langsung dikerjakan oleh swasta. Di sini negoisasi berjalan alot, tidak cocok tidak jalan," keluhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×