kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Pasar Obat Antiulkus Rp 2,55 Triliun, Daewoong Garap Segmen Terapi GERD


Jumat, 18 September 2026 / 20:09 WIB
Pasar Obat Antiulkus Rp 2,55 Triliun, Daewoong Garap Segmen Terapi GERD
ILUSTRASI. minum obat (dok./Kontan)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar obat antiulkus di Indonesia terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan terapi untuk penyakit saluran cerna, termasuk gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi tersebut turut membuka ruang bagi pengembangan terapi dengan mekanisme baru, termasuk Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB).

Berdasarkan data IQVIA, pasar obat antiulkus di Indonesia mencapai sekitar Rp 2,55 triliun atau setara US$ 164,3 juta pada 2025. Pasar tersebut tumbuh sekitar 6% secara tahunan.

Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia memperkenalkan fexuprazan sebagai pilihan terapi GERD berbasis P-CAB di Indonesia. Fexuprazan diperkenalkan dalam simposium ilmiah yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) 2026 pada 18 September 2026.

Baca Juga: Kampanye Warung Voices Aksesmu Dorong Nilai Transaksi Member Tumbuh 11,5%

GERD sendiri menjadi salah satu penyakit saluran cerna yang banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit GERD Indonesia 2022, prevalensi GERD pada populasi umum diperkirakan mencapai sekitar 9,35%.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) sekaligus Profesor di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD, K-GEH, FACG, FACP, mengatakan proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif di Indonesia cukup tinggi.

"Indonesia memiliki proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan klinis terhadap terapi generasi baru yang mampu memberikan supresi asam secara cepat dan kuat sejak awal pengobatan. 

Penyusunan panduan terapi berbasis bukti ilmiah yang sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia, serta didukung data klinis dari pasien Indonesia, memiliki nilai ilmiah yang sangat penting," ujar Ari dalam diskusi di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dalam simposium tersebut, Daewoong turut memaparkan hasil investigator-initiated trial (IIT) yang melibatkan 134 pasien di tiga rumah sakit besar di Jakarta. Pembahasan berfokus pada penggunaan terapi P-CAB serta strategi pengobatan GERD yang disesuaikan dengan karakteristik pasien Indonesia.

Selain data dari Indonesia, pengalaman penggunaan fexuprazan di Korea Selatan juga menjadi bagian dari pembahasan. Prof. Ahn Ji Yong, Professor of Gastroenterology di Asan Medical Center dan University of Ulsan College of Medicine, menyebut penggunaan P-CAB di Korea Selatan terus berkembang untuk menjawab kebutuhan klinis yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh terapi proton pump inhibitor (PPI).

Dalam studi fase 3 yang melibatkan 263 pasien Korea Selatan dengan esofagitis erosif, fexuprazan menunjukkan tingkat penyembuhan berdasarkan pemeriksaan endoskopi sebesar 99,1% pada minggu ke-8.

Baca Juga: Automechanika Jakarta 2026 Jadi Ajang Perluas Bisnis Komponen Otomotif

"Di Korea Selatan, terapi P-CAB telah digunakan secara bertahap sehingga pengalaman klinis penggunaannya terus bertambah. Dalam studi fase 3 yang melibatkan 263 pasien Korea Selatan dengan esofagitis erosif, fexuprazan menunjukkan tingkat penyembuhan berdasarkan pemeriksaan endoskopi sebesar 99,1% pada minggu ke-8, yang menunjukkan efektivitas klinis yang kuat," jelas Ahn.

Sementara itu, Brand and Marketing Manager PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia dr. Wicak Prasetiadi mengatakan kehadiran fexuprazan ditujukan untuk memperluas pilihan terapi bagi pasien GERD di Indonesia.

"Kami berharap kehadiran fexuprazan dapat menjadi salah satu pendorong perkembangan tata laksana GERD di Indonesia. Daewoong akan terus memperluas pertukaran pengetahuan terkini dan kegiatan edukasi bersama tenaga kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi pasien di Indonesia," ujar Wicak.

Peluncuran fexuprazan juga menjadi bagian dari penguatan pertukaran pengetahuan antara tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan. Simposium tersebut menghadirkan lebih dari 150 dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×