kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pasca akuisisi Jakarta River City, URBN akan luncurkan proyek-proyek ini


Jumat, 24 April 2020 / 10:05 WIB
Pasca akuisisi Jakarta River City, URBN akan luncurkan proyek-proyek ini


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pengembang properti PT Urban Jakarta Development Tbk (URBN) mengumumkan akuisisi 51,01% saham PT Jakarta River City (JRC) yang mengembangkan proyek transit oriented development (TOD) di dekat Stasiun Light Rail Transit (LRT) Ciliwung, MT Haryono, Jakarta.

Setelah akuisisi, URBN berencana mengembangkan proyek TOD kembali. Proyek ini berada di dekat Stasiun LRT Ciliwung di MT Haryono, Cawang. Proyek JRC direncanakan akan dikembangkan di tanah seluas 6 hektare. Adapun rencana komposisi pengembangan proyek adalah bangunan mixed use 8 tower apartemen, 1 area komersial, dan 1 perkantoran.

Ia mengatakan, masuknya JRC yang berlokasi di wilayah DKI Jakarta dan terintegrasi dengan stasiun LRT Ciliwung di Jl. MT Haryono, yang sangat strategis menjadikan salah satu ikon proyek TOD bagi URBN dan akan semakin mengukuhkan perseroan sebagai perusahaan properti dengan konsep TOD. "Alasan transaksi karena perseroan berencana melakukan ekspansi dengan menjalankan proyek baru," ujar Bambang Sumargono, Direktur Utama URBN, Kamis (23/4).

Bambang menjelaskan, konsep TOD adalah pengembangan township mixed use antara residensial, bisnis dan rekreasi yang berdekatan dengan transportasi angkutan umum atau menjadi perhentian transit utama seperti stasiun LRT.

"Tujuan TOD antara lain untuk mempromosikan penggunaan transportasi umum dengan pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dimana kedepannya menjadikan lingkungan kota yang friendly environment - ramah lingkungan dan sehat," kata Bambang

Pengembangan kawasan berorientasi transit atau TOD merupakan salah satu solusi permasalahan transportasi dan lingkungan di kawasan perkotaan, terutama kota-kota besar khususnya di DKI Jakarta. Kawasan Jabodetabek diperkirakan masih akan menjadi salah satu kawasan dengan populasi yang tertinggi di Indonesia. Populasi yang terus meningkat dan area perkotaan yang semakin padat membutuhkan solusi hunian yang aksesibel.

"Oleh karena itu, Perseroan yakin bahwa keunggulan konsep TOD yang dikembangkan oleh Perseroan merupakan pendekatan terbaik bagi masyarakat urban saat ini, dan dapat berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi bagi pelaku-pelaku usaha," paparnya?

Sementara itu, dari seluruh pengembangan proyek tersebut, JRC diproyeksikan akan mencetak total pendapatan usaha menembus Rp 9,3 triliun dan total laba bersih proyek Rp 2,8 triliun. "Secara keseluruhan perseroan memperkirakan periode proyek ini 7-8 tahun," kata Bambang.

Ia menjelaskan, setelah akuisisi langkah pertama untuk mensukseskan proyek JRC perseroan akan melakukan normalisasi sungai Ciliwung dengan lebar 30 meter sepanjang 500 meter sebagai pintu masuk untuk mendapatkan insentif peningkatan KLB dan perubahan zona peruntukan lahan guna mendapatkan perizinan.

Selanjutnya, perseroan akan melakukan pengembangan proyek township dengan konsep TOD di daerah Parung Panjang BSD seluas 200 ha dan di daerah Karawang Jawa Barat seluas 200 ha yang mana merupakan pemberhentian stasiun kereta api cepat pertama Jakarta-Bandung.

"Dengan akuisisi JRC ini kondisi keuangan perseroan saat ini sangat solid, hal ini tercermin dari indikator debt to equity ratio (DER) sebesar 0,3 kali," ujar Bambang.

Mengacu data BEI, saham URBN stagnan di level Rp 1.765/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 5,70 triliun. Secara year to date, saham URBN minus 27,37%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×