kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Pasien Indonesia Dominasi 50% Volume Internasional Sunway Medical Centre


Kamis, 01 Oktober 2026 / 20:02 WIB
Pasien Indonesia Dominasi 50% Volume Internasional Sunway Medical Centre
ILUSTRASI. Ilustrasi Rumah Sakit (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasien asal Indonesia menjadi kontributor terbesar bagi bisnis pasien internasional Sunway Medical Centre, Sunway City di Malaysia.

Porsinya mencapai lebih dari 50% dari total volume pasien internasional rumah sakit tersebut.

Besarnya kontribusi pasien Indonesia menunjukkan pentingnya pasar Indonesia bagi layanan kesehatan lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi ini juga mendorong rumah sakit memperkuat kapasitas, layanan spesialis, serta fasilitas untuk menangani pasien dengan kebutuhan medis yang semakin kompleks.

Baca Juga: Bisnis Layanan Kanker Bertumbuh, Kebutuhan Perawat Onkologi Bertambah

Chief Executive Officer Sunway Medical Centre, Sunway City Erica Lam mengatakan, kebutuhan pasien lintas negara kini tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga akses terhadap dokter spesialis dan koordinasi layanan selama menjalani perawatan.

“Pasien kini membutuhkan akses tepat waktu ke spesialis yang sesuai serta dukungan yang terkoordinasi,” kata Erica dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Sunway Medical Centre mengembangkan layanan rujukan untuk menangani kasus dengan kebutuhan medis kompleks. Rumah sakit ini memiliki kapasitas 1.090 tempat tidur, lebih dari 370 konsultan, serta layanan di lebih dari 80 subspesialisasi yang terbagi dalam 28 Centres of Excellence.

Layanan tersebut mencakup onkologi, kardiologi, neurologi, hematologi, ortopedi dan pediatri. Pengembangan kapasitas juga dilakukan melalui penambahan teknologi medis untuk mendukung layanan spesialis.

Sejumlah teknologi yang digunakan antara lain sistem bedah robotik da Vinci Xi, Mako SmartRobotics, Rosa Knee System dan Leksell Gamma Knife. Rumah sakit tersebut juga menggunakan NAEOTOM Alpha, pemindai CT photon-counting yang disebut sebagai yang pertama di Malaysia.

Baca Juga: Biaya Perawatan Meningkat, Rumah Sakit Mengembangkan Layanan Nonmedis

Penguatan kapasitas ini berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap penanganan penyakit tidak menular (PTM), termasuk kanker, penyakit kardiovaskular dan stroke.

Berdasarkan The Health and Economic Benefits of Tackling Non-Communicable Diseases: Indonesia (2026), kasus PTM di Indonesia diproyeksikan meningkat hingga 45% pada 2050.

Selain layanan untuk pasien dewasa, rumah sakit tersebut memperluas kapasitas pediatri. Saat ini terdapat 56 spesialis pediatri yang mencakup 28 subspesialisasi.

Pembukaan Tower F sebagai gedung keenam rumah sakit turut menambah kapasitas layanan pediatri. Pengembangan tahap berikutnya akan mencakup kamar khusus untuk pasien kanker darah anak.

“Anak-anak membutuhkan perawatan yang menjawab kebutuhan medis sekaligus kesejahteraan emosional mereka dan keluarga,” ujar Erica.

Besarnya porsi pasien Indonesia juga membuat dukungan bagi pasien internasional menjadi bagian penting dari layanan rumah sakit. Sunway Medical Centre menyediakan koordinasi sebelum kedatangan, pengaturan konsultasi dengan spesialis, transportasi, rawat inap, asuransi, layanan interpretasi hingga dukungan evakuasi medis.

Baca Juga: Mitra Keluarga (MIKA) Bakal Tambah Tiga Rumahsakit dan 400 Tempat Tidur di Tahun 2027

Erica mengatakan, pengembangan layanan tersebut tidak hanya diarahkan pada penambahan teknologi dan infrastruktur. Rumah sakit juga memperkuat koordinasi perjalanan pasien sejak sebelum perawatan hingga masa pemulihan.

“Teknologi dan infrastruktur penting, tetapi nilai sebenarnya terletak pada bagaimana hal tersebut meningkatkan keseluruhan perjalanan pasien,” katanya.

Penguatan layanan kesehatan lintas negara tersebut sejalan dengan ASEAN Health Sector Work Programme 2026–2030 yang menempatkan kerja sama kesehatan regional, pertukaran pengetahuan serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas sebagai salah satu prioritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×