kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.199   67,68   0,83%
  • KOMPAS100 1.155   9,45   0,82%
  • LQ45 833   3,36   0,41%
  • ISSI 292   3,97   1,38%
  • IDX30 432   1,02   0,24%
  • IDXHIDIV20 517   -1,63   -0,31%
  • IDX80 129   1,01   0,78%
  • IDXV30 142   0,42   0,29%
  • IDXQ30 140   -0,40   -0,28%

Pasokan seret, produksi pemindangan ikan turun


Senin, 30 Januari 2012 / 15:39 WIB
Pasokan seret, produksi pemindangan ikan turun
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kelangkaan bahan baku ikan membuat industri pemindangan ikan kesulitan mendapatkan bahan baku. Kondisi itu membuat produktivitas usaha pemindangan ikan turun dari biasanya.

Muhammad Ramli, pemilik perusahaan pemindangan ikan Ratu Laut, asal Jakarta bilang, kelangkaan bahan baku semakin terasa sejak awal tahun ini. "Sebulan ini produksi kami turun signifikan," kata Ramli di Jakarta, Senin (30/1).

Ramli mengurai, jika pada bulan normal ia bisa memproduksi sekitar 1-3 ton ikan pindang per hari, kini ia hanya bisa memproduksi kurang setengahnya atau 5 kwintal (kw) per hari.

Bahkan, karena harga bahan baku ikan yang mahal, Ramli hanya mengolah ikan jenis tertentu saja, seperti ikan tongkol, layang dan salem. "Kami sekarang sudah tidak memproduksi pindang jenis kembung lagi," papar Ramli.

Menurut Ramli, kenaikan harga terjadi karena pasokan ikan yang turun drastis. Ia beri contoh, ikan kembung yang dulu bisa dibeli Rp 12.000 per kilogram (kg), kini harganya naik menjadi Rp 21.000 per kg. Kenaikan terjadi karena pasokan ikan yang turun.

Kenaikan harga juga terjadi pada jenis ikan salem, yang naik dari Rp 8.000 per kg pada tahun lalu menjadi Rp 12.000 per kg belakangan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×