kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pengolahan ikan pindang kekurangan bahan baku ikan


Kamis, 12 Januari 2012 / 16:01 WIB
ILUSTRASI. Karyawan Mandiri Capital Indonesia (MCI) melintas dekat papan nama MCI sesaat setelah peresmian kantor MCI di Jakarta, Senin (14/3). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/03/2016


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Dampak cuaca hujan dan angin kencang membuat pengusaha pengolahan ikan pindang kelimpungan. Sebab, cuaca buruk terjadi di lautan membuat pasokan ikan dari nelayan menyusut.

Suharjito, Direktur Utama PT Dua Putra Perkasa, perusahaan yang bergerak di usaha pemindangan ikan itu mengaku, penurunan jumlah bahan baku ikan telah terjadi sejak memasuki tahun baru. "Jika ini berlangsung terus menerus, bisa membuat usaha kami gulung tikar," ujar Suharjito (12/1).

Suharjito bilang, penurunan suplai ikan ke pabrik pengolahannya turun hingga 25% dibandingkan akhir tahun lalu. Biasanya ikan yang datang ke pabriknya bisa 25 ton per hari, namun kini pasokan ikan itu turun menjadi 18,7 ton per hari. Agar produksi tetap normal, Suharjito berharap pemerintah membuka keran impor ikan.

PT Dua Putra Perkasa merupakan perusahaan pemindangan dengan kapasitas produksi mencapai 25 ton per hari. Beberapa daerah yang biasa menyuplai kebutuhan ikan ke PT Dua Putra Perkasa ada di wilayah Indonesia Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×