kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pelabuhan Belawan perlu relokasi alur lintasan


Selasa, 15 Februari 2011 / 11:33 WIB
ILUSTRASI. REALISASI APBN 2019


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pelabuhan Belawan Medan perlu melakukan relokasi alur masuk pelabuhan. Selain demi keselamatan pelayaran karena alur sekarang memiliki dua buah tikungan yang berbahaya, relokasi juga akan berdampak pada efisiensi biaya. Maklum selama ini alur masuk mengalami pendangkalan hingga membutuhkan biaya perawatan hingga Rp 35 miliar per tahun.

Direktur Utama, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, Harry Sutanto mengatakan relokasi alur pelabuhan merupakan program yang sudah lama direncanakan sebagai bagian dari pengembangan Pelabuhan Belawan. "Relokasi alur perlu dilakukan terutama demi keselamatan kapal," ungkap Harry dalam rapat dengar pendapat dengan DPR RI pekan lalu.

Harry mengatakan alur pelayaran Pelabuhan Belawan yang ada sekarang memiliki panjang 13,5 kilometer dan lebar 100 meter. Sementara kedalaman alur mencapai -8,5 meter LWS hingga -9,5 meter LWS. Lebar alur yang hanya 100 meter dinilai sudah tidak memadai lagi untuk kapal-kapal besar.

Selain itu adanya dua kali tikungan pada alur itu cukup membahayakan bagi kapal yang berjalan berlawanan arah. Untuk menghindari resiko terjadi tabrakan, maka kapal lebih memilih menunggu kapal lain melintas di tikungan hingga bisa menyebabkan antrian kapal.

Sementara itu, Harry mengatakan alur baru yang ingin dibangun akan memiliki alur pelayaran yang lurus. Panjang alur pelayarannya juga akan berkurang menjadi 11,8 kilometer. "Sementara lebarnya akan bertambah menjadi 140 meter dan kedalamannya mencapai -14 meter LWS," terang Harry.

Kabag Humas Pelindo I, Taufik Fadillah mengatakan alur masuk pelabuhan yang ada sekarang sudah dibangun sejak jaman Belanda. Selain adanya tikungan yang cukup membahayakan bagi pelayaran, alur masuk juga terus mengalami pendangkalan hingga membutuhkan dana pengerukan yang setiap tahun nilainya mencapai Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar. "Jika ada relokasi alur maka kita bisa melakukan efisiensi biaya," ungkap Taufik.

Selain itu, Taufik mengatakan jika relokasi alur berhasil dilakukan sesuai rencana maka kapal generasi ketiga yang memiliki kapasitas angkut lebih dari 5.000 TEU bisa masuk. Sedangkan selama ini kapal yang bisa masuk hanya yang memiliki kapasitas angkut di bawah 5.000 TEU.

Menurut Taufik relokasi alur saat ini baru sebatas kajian. Pembangunannya sendiri membutuhkan dana yang cukup besar hingga mencapai Rp 1 triliun. Saat ini, alur yang ada memang masih bisa dipergunakan. Tapi dengan semakin meningkatkanya aktifitas bongkar muat di pelabuhan itu maka relokasi alur mau tidak mau harus dilakukan.

Saat ini, kapal yang masuk ke Pelabuhan Belawan mencapai 500 hingga 600 kapal per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 300 hingga 400 kapal masuk pelabuhan konvensional Belawan, dan sekitar 100-200 kapal masuk ke Belawan Internasional Container Terminal (BICT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×