kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Pelaku industri sarankan penertiban ODOL harus dimulai dari ekosistimnya


Selasa, 07 Agustus 2018 / 12:02 WIB
ILUSTRASI. -186 Kendaraan Ditindak Dalam Operasi ODOL di Tol Jakarta-Tangerang


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penertiban truk over dimensi overload (ODOL) masih menjadi permasalahan. Pelaku industri menilai Pemerintah sebagai regulator tidak bisa hanya fokus pada penindakan saja tapi tidak memikirkan relaksasi kepada industri.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman mengatakan, Dengan semakin maraknya praktek ODOL maka pelaku industri sudah terbiasa dengan ODOL ini. 

Menurutnya, ketika pemerintah hendak mengembalikan ke asal maka resistensinya akan sangat luar biasa. Mulai dari issue kenaikan harga, inflasi, dan lainnya dimana semuanya kth merupakan faktor ekonomi.

“Tapi belum pernah kita pikirkan dampak sosial dan lingkungannya. Memang faktor ekonomi itu penting tapi jangan lupa faktor lainnya,” ujar Kyatmaja dalam siaran persnya, Selasa (7/8).

Menurutnya ekosistim yang bagus harus dimulai dari regulasinya. Selain itu diperlukan adanya perbaikan habitat yang harus dilakukan secara komperhensif.

Tidak hanya kebijakan dari Kementrian Perhubungan (Kemhub) tapi juga dari Kementerian Lainnya termasuk kebijakan fiskal, Emisi, Tata Niaga, dan lain sebagainya.

“Kita harus sepakat Ekosistim apa yang mau kita ciptakan seperti contohnya safety, kompetensi, daya saing, kompetitif, complience,profesional, dan lainnya. Karena tanpa perbaikan Ekosistim transportasi barang jangan harap kita bisa melangkah lebih baik,“ tambahnya.

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah sebagai regulator tidak bisa hanya fokus pada penindakan saja namun tidak memikirkan relaksasi ke industrinya. Karena sudah terbiasa dengan muatan lebih, maka kerusakan jalan sudah pasti sangat masif jika perkembangan beban muatan dibiarkan terus naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×