kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pelangi Indah Canindo mulai mengemas baterai


Sabtu, 17 Oktober 2015 / 13:39 WIB


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Produsen kemasan baja, PT Pelangi Indah Canindo Tbk menambah mitra bisnis. Produsen yang memproduksi berbagai kemasan baja seperti drum baja dan tabung LPG ini kini terpikat dengan kemasan baterai.

Untuk pengemasan baterai ini, emiten berkode saham PICO di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini telah menggandeng produsen baterai dalam negeri. Rubianto, Direktur Pelangi Indah Canindo bilang, kerjasama dengan mitra baru ini mulai terjalin di semester II-2015. "Mitra baru ini akan mendukung pertumbuhan bisnis kami tahun ini," kata Rubianto kepada KONTAN, Jumat (16/10).

Sayang, Rubianto enggan menyebut nama perusahaan baterai yang menjadi mitranya tersebut. Ia juga enggan menyebut berapa potensi pendapatan mereka dari pesanan kemasan baterai logam tersebut.

Selain menambah mitra, Rubianto mengklaim telah mendapatkan kenaikan pesanan drum baja dari PT Pertamina. Selama tiga bulan terakhir, ada pesanan drum dari Pertamina yang jumlahnya sekitar 10.000 drum.

Drum baja tersebut nantinya digunakan Pertamina untuk mendistribusikan produknya, terutama produk pelumas. Dari sisi produksi, pabrik Pelangi Indah Canindo memiliki kapasitas produksi terpasang drum baja sebanyak 2,5 juta pieces per tahun.

Untuk bisnis properti, Pelangi Indah Canindo telah menjual 60 unit gudang yang dibangun bersama pengembang properti PT Indoserena Dwimakmur. "Sekarang tak ada lagi gudang kami yang kosong," ujar Rubianto. Adapun kontribusi bisnis properti ini, Rubianto mengklaim mendapatkan tambahan pendapatan Rp 50 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×