kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,21   3,87   0.41%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pelindo catatkan trafik peti kemas capai 12,4 juta TEUs pada kuartal III 2021


Rabu, 10 November 2021 / 14:32 WIB
Pelindo catatkan trafik peti kemas capai 12,4 juta TEUs pada kuartal III 2021
ILUSTRASI. Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, perusahaan hasil merger PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV (Persero), membukukan trafik peti kemas sebesar 12,4 juta TEUs pada kuartal III 2021, naik 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang sebesar 11,6 juta TEUs. 

Sejalan dengan tren positif peti kemas, Pelindo mencatat trafik non peti kemas hingga kuartal III 2021 sebesar 99 juta ton, tumbuh 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 89 juta ton. Sementara itu, trafik kunjungan kapal juga meningkat sebesar 10% dibandingkan 2020, yaitu dari 955 juta GT menjadi 1.046 juta GT. 

“Tren positif ini kami harapkan terus berlanjut hingga akhir tahun nanti. Kami optimis perekonomian  akan segera pulih dari dampak pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono dalam siaran pers, Rabu (10/11). 

Arif menjelaskan, peningkatan kinerja operasional ini terjadi di seluruh regional yang dikelola oleh Pelindo, sejalan dengan meningkatnya arus perdagangan ekspor dan impor peti kemas internasional dan juga distribusi barang domestik paska pandemi. 

Baca Juga: Pelindo memperoleh peringkat AAA dari Pefindo

Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang terstandar kepada seluruh pengguna jasa di wilayah Pelindo, salah satu program terpenting setelah merger adalah melakukan standarisasi pelayanan dan sistem operasional, yang didukung oleh digitalisasi.  

“Pelindo akan terus berupaya menjaga kelancaran arus barang di Pelabuhan melalui kesiapan operasional 24/7, dengan SDM yang handal, didukung teknologi dan digitalisasi sistem yang terbarukan untuk menjangkau seluruh aktivitas layanan kepelabuhanan,” tambah Arif.  

Digitalisasi di Pelabuhan merupakan inisiatif yang juga sejalan dengan program kelestarian lingkungan, dimana melalui digitalisasi penggunaan sumber daya dalam proses operasional dapat lebih efisien, pelaksanaan bongkar muat dapat terencana dengan baik dan lebih cepat sehingga dapat mengurangi waktu sandar kapal di Pelabuhan yang dapat berdampak pada berkurangnya jumlah limbah yang dihasilkan.  

“Digitalisasi dalam bisnis kepelabuhanan merupakan suatu keharusan karena dapat meningkatkan pelayanan kepelabuhanan dengan menjawab tantangan bisnis serta mendukung kelestarian lingkungan melalui kegiatan operasional yang efisien dan ramah lingkungan,” tutup Arif. 

Selanjutnya: IPCC catatkan pertumbuhan pendapatan jasa terminal sebesar 39,31% di kuartal III-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×