kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pelita Samudera Shipping (PSSI) catat pertumbuhan pendapatan 20% hingga November 2019


Kamis, 19 Desember 2019 / 22:10 WIB
Pelita Samudera Shipping (PSSI) catat pertumbuhan pendapatan 20% hingga November 2019
ILUSTRASI. PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) melangsungkan serah terima kapal jenis mother vessel (MV) atau kapal kargo curah Dewi Gandawati di Batam, Kepualauan Riau, Kamis (19/12).

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - BATAM. Sampai November 2019, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mencatat pertumbuhan pendapatan 20% yang dikontribusikan oleh pengangkutan kapal tunda dan tongkang (TNB) sebesar 47%, fasilitas muatan apung (FLF) sebesar 31% dan kapal kargo curah (MV) sebesar 22%.

Imelda Agustina Kiagoes, Sekretaris Perusahaan PSSI, menyatakan pertumbuhan pendapatan sewa berjangka naik mencapai 281% dalam tiap lini dan mengantongi peningkatan laba kotor 24%.

Baca Juga: Pelita Samudera Shipping (PSSI) tambah satu kapal kargo di penghujung tahun ini

"Tahun 2020, kami menargetkan pertumbuhan 20% sampai 25%, sedangkan laba bersih pada kisaran 15% sampai 20%. Kami juga berencana menambah 6 set kapal tug and burges (TNB), serta floating crane atau motor vessel, dari capex US$ 30 juta. Kami ambil keputusan setelah melihat kebutuhan perusahaan dan kondisi pasar nanti. Masih banyak kontrak-kontrak pengangkutan yang potensial pada tahun depan,” jelas Imelda saat acara serah terima Kapal MV Dewi Gandawati di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (19/12).

Sebagai informasi, pada kuartal III 2019, pendapatan PSSI naik 17,78% di angka US$ 55,17 juta dibandingkan dengan pendapatan usaha yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 46,84 juta.

Adapun emiten jasa pelayaran ini mencatatkan penurunan laba bersih periode berjalan sebesar 40,7% menjadi US$7,3 juta per kuartal III-2019 dari laba bersih periode yang sama tahun lalu senilai US$ 12,3 juta.

Baca Juga: Pelita Samudera Shipping (PSSI) telah bukukan pertumbuhan pendapatan 20% tahun ini

"Ini disebabkan adanya penjualan kapal Barito pada September lalu, yang menyebabkan penurunan net profit secara operasional. Yang terjadi, secara year to date, pertumbuhan terjadi sekitar 40%. Jadi target kami tahun ini pun tercapai," ungkapnya.

Tak hanya itu pada 2020 mendatang, perusahaan juga mantap melakukan diversifikasi pengangkutan barang tambang non-batubara dengan porsi 70:30. Batubara tetap dominan di porsi pengiriman 70% sedangkan 30% sisanya diisi oleh barang tambang mineral lainnya, seperti nikel, besi, hingga semen.

"Dewi Gandawati rencananya akan membawa steel products dan batubara dari Morowali, Sulawesi Selatan, ke Jakarta dan Surabaya. Armada baru ini akan beroperasi penuh pada 2020," tambahnya.

Baca Juga: Pelita Samudera Shipping (PSSI) Mengurangi Segmen Batubara

Ia menambahkan, dengan kondisi musim hujan saat ini, penambahan armada kapal MV membantu kinerja pengangkutan barang tambang, menjadi lebih efisien, stabil, tahan air, dan bisa menampung muatan lebih banyak.

"Operasional jenis kapal tug and burges (TNB) pun juga tidak terlalu dipengaruhi musim hujan karena mayoritas TNB kami adalah transshipment yang jarak pendek bukan long haul. Sama dengan kapal tongkang, pengangkutan tetap aman sebab ada lubang-lubang dekat pintunya untuk aliran air," tambah Imelda.




TERBARU

Close [X]
×