kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.770   77,00   0,44%
  • IDX 6.464   26,76   0,42%
  • KOMPAS100 853   2,60   0,31%
  • LQ45 649   1,87   0,29%
  • ISSI 224   1,17   0,52%
  • IDX30 361   1,69   0,47%
  • IDXHIDIV20 451   3,15   0,70%
  • IDX80 97   0,30   0,31%
  • IDXV30 124   0,73   0,59%
  • IDXQ30 116   0,64   0,56%

Pelita Samudera Shipping (PSSI) fokus diversifikasi angkutan non batubara di 2020


Jumat, 06 Desember 2019 / 19:48 WIB
ILUSTRASI. kapal dan tongkang PT Pelita Samudera Shipping Tbk PSSI


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

Pendapatan dari Sewa Berjangka (time charter) berkontribusi 22% pada kenaikan pendapatan perseroan, sementara sektor tersebut juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 253% atau setara US$62,7 juta dari US$51,3 juta.

Sementara lini bisnis kapal tongkang atau TNB menyumbang 50% dari Ebitda, sedangkan kapal FLF sebesar 32%, dan kapal kargo curah atau MV berkontribusi sebesar 18%.

Adapun komposisi kontrak jangka panjang untuk kapal FLF sudah mencapai 90% dan 10% spot basis. Kontrak jangka panjang untuk tongkang mencapai 75% dan 25% spot basis.

Baca Juga: Ini rencana bisnis Repower Asia Indonesia (REAL) usai IPO

"Sampai Oktober, PSSI telah membelanjakan capex sebesar US$45,8 juta dari anggaran US$61,3 juta. Mayoritas dipakai untuk pembelian 4 unit kapal MV, 1 unit tugboat dan 2 unit tongkang sebagai bagian dari program ekspansi armada," jelas Imelda Agustina Kiagoes, Sekretaris PSSI, Jumat (6/12).

Dengan performa tersebut, perseroan optimistis dapat menjangkau pertumbuhan revenue mencapai 20% sampai 25% sampai akhir 2019. Senada, pihaknya mengestimasi dapat memperoleh pertumbuhan sampai 25% akhir 2020.

Sementara dari sisi laba bersih, PSSI memproyeksi bisa bertumbuh sebesar 10% sampai 15% sampai akhir 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×