kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Peluang Bisnis Global: Kadin Bidik AS-China di ABAC Februari 2026


Selasa, 13 Januari 2026 / 10:49 WIB
Peluang Bisnis Global: Kadin Bidik AS-China di ABAC Februari 2026
ILUSTRASI. Indonesia Incar CEPA dengan Brasil, Kadin Beberkan Sektor yang Prospektif (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyoroti potensi momentum ekspansi perdagangan dari rencana pelaksanaan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Meeting I yang akan digelar pada 7-9 Februari 2026 di Jakarta.

Hal ini disampaikan Anindya saat menemui Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).

"ABAC ini spesial karena dihadiri negara-negara yang secara global terlihat saling bersaing, seperti Amerika Serikat (AS), China, Kanada, dan Rusia, serta negara-negara ASEAN dan Asia Timur. Masing-masing negara membawa tiga perwakilan dunia usaha dengan level pimpinan,” ujar Anindya dikutip dari keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Industri Wait and See Dampak AS vs Venezuela, Ini Catatan dari Kadin Indonesia

Anindya melihat, kehadiran para pemimpin bisnis tersebut dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai forum ABAC, tetapi juga untuk memperluas perdagangan Indonesia melalui kegiatan business matching.

“Kami laporkan kepada Menteri Perdagangan bahwa momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama perdagangan Indonesia dengan berbagai negara, termasuk Eropa, Kanada, dan kawasan Eurasia. Ini kolaborasi konkret antara pemerintah dan dunia usaha,” tegasnya.

Baca Juga: Kadin Nilai Prospek FDI High Tech Indonesia Masih Kuat pada 2026

Selain itu, Anindya pun menyinggung potensi dari komoditas kopi, teh, dan kakao. Selama ini, pusat perdagangan komoditas tersebut adalah Inggris. Maka, ia mendorong agar Indonesia mulai mengambil peran sebagai pusat perdagangan kopi global.

“Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Kolombia. Kita punya arabika, robusta, hingga kopi luwak. Ke depan, pusat perdagangan kopi idealnya juga bisa berada di Indonesia," pungkas Anindya.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Ajak Kadin Indonesia Garap Pasar Ekspor Uni Eropa

Selanjutnya: BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial, Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Nasional

Menarik Dibaca: 5 Beasiswa Luar Negeri Tanpa IELTS, Yuk Kuliah Gratis di Jerman hingga Korea

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×