kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.718   -61,00   -0,34%
  • IDX 6.540   38,52   0,59%
  • KOMPAS100 850   7,82   0,93%
  • LQ45 645   5,85   0,92%
  • ISSI 229   0,72   0,32%
  • IDX30 360   3,61   1,01%
  • IDXHIDIV20 437   4,08   0,94%
  • IDX80 97   0,87   0,90%
  • IDXV30 121   0,56   0,46%
  • IDXQ30 114   1,02   0,90%

Peluang Menjanjikan, NFC Indonesia (NFCX) Perkuat Lini Bisnis Distribusi Barang


Kamis, 17 Maret 2022 / 18:28 WIB
ILUSTRASI. PT NFC Indonesia Tbk (NFCX).


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten digital dan telekomunikasi, PT. NFC Indonesia Tbk (NFCX) menilai bisnis distribusi barang kian menjanjikan. Perseroan melihat bisnis distribusi memiliki peluang besar di masa mendatang.

Hal itu diakui NFCX menjadi pendorong terbukanya kerja sama melalui anak usaha perseroan, PT Anugerah Wicaksana Digital (AWD) dengan PT Mengniu Dairy Indonesia (Yoyic) dalam bidang E - Distributor yang telah diteken pada 31 Januari 2022 lalu.

"Kerja sama tersebut bertujuan untuk menjangkau lebih banyak konsumen yang bisa mendapatkan akses nutrisi," ujar Direktur Utama NFCX Abraham Theofilus kepada Kontan, Kamis (17/3).

Baca Juga: NFC Indonesia (NFCX) Jalin Kerjasama Distribusi Digital dengan Mengniu Dairy

Abraham menambahkan, dengan adanya kemitraan ini, NFCX bertujuan untuk memperbesar kategori bisnis digitalisasi distribusi produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG). "NFCX melihat peluang dalam mengembangkan bisnis distribusi mengingat rantai pasok di Indonesia masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lebih efisien," terang Abraham.

Oleh karena itu, Ke depannya NFCX berkomitmen untuk mendistribusikan lebih banyak lagi produk YoyiC kepada masyarakat Indonesia. Dengan demikian, NFCX berharap kerja sama tersebut turut memberikan nilai tambah bagi perseroan, dan memperluas kategori bisnis NFCX di masa yang akan datang.

 

Sebagai informasi, per kuartal III 2021, NFCX mencatatkan pendapatan Rp 6,4 triliun tumbuh 8,7% secara year on year (YoY). Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan tumbuh 823,4% YoY menjadi Rp164,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×