Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyinggung potensi relaksasi produksi batubara tahun ini, sambil menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara suplai, permintaan, dan harga komoditas.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, pada Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: WSBP Bayar CFADS Tahap VII Senilai Rp109,22 Miliar, Proyek Tetap Berjalan Lancar
“Kami sudah melaporkan kepada Bapak Presiden terkait harga komoditas dan strategi. Sampai hari ini, tidak ada perubahan kebijakan apa pun dari Kementerian ESDM,” ujar Bahlil, dikutip dari akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Kamis (26/3/2026).
Namun, Bahlil menambahkan, pemerintah akan mempertimbangkan relaksasi produksi secara terukur, jika harga komoditas tetap stabil dan menguntungkan pasar.
“Sambil melihat perkembangan, kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan membuat relaksasi tapi tetap terukur terhadap perencanaan produksi,” jelasnya.
Menteri ESDM juga menegaskan bahwa kepastian produksi saat ini masih berada dalam koordinasi dengan pasar, menyesuaikan suplai dan permintaan.
“Yang penting harganya bagus terus, kita doakan harga batubara dan nikel tetap bagus, kemudian kita bisa melakukan relaksasi terbatas, sambil menjaga keseimbangan suplai, demand, dan harga,” tambah Bahlil.
Baca Juga: Ekspor Produk Perikanan RI ke AS Naik 14,84% Sepanjang Januari 2026
Selain itu, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pengelolaan sumber daya alam selalu mengutamakan kepentingan negara.
Kepala Negara menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis nasional dan mendorong optimalisasi penerimaan negara dari sektor mineral.
“Bapak Presiden memerintahkan agar kepentingan negara menjadi prioritas. Kita harus menjaga sumber daya alam sebagai aset negara dan mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara,” ungkap Bahlil.
Ke depan, pemerintah menargetkan hilirisasi komoditas energi berjalan optimal, transisi energi terus bergerak maju, dan produksi komoditas energi tetap seimbang dengan kebutuhan pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













