kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pembangunan 15 pelabuhan jatuh ke BUMN


Senin, 15 Desember 2014 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Berapa Jumlah Kalori Daging Kambing? Cek Juga Kandungan Gizinya. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyerahkan pengembangan 15 pelabuhan komersil ke BUMN. Pelabuhan yang diserahkan tersebut antara lain terdiri dari; Pelabuhan Gunung Sitoli, Bagan Siapi-api, Sintete, Bima, Lembar, Tenau, Lorens Say, dan Ippi.

Staf Khusus Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid, mengatakan bahwa keputusan pelimpahan tersebut telah dituangkan dalam surat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kepada Menteri BUMN Rini M Soemarno, awal pekan ini. Keputusan tersebut diambil karena pemerintah ingin fokus dan mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi dan mengembangkan pelabuhan di  kawasan terpencil yang tidak menghasilkan.

"Kebijakan baru tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas, mempercepat pemerataan infrastruktur transportasi, membuka keterisolasian, dan meningkatkan infrastruktur kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar," kata Hadi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya di Jakarta Senin (15/12).

Hadi mengatakan, dengan pelimpahan kewenangan tersebut dana sebesar Rp 492,57 miliar yang rencananya akan dialokasikan untuk pengembangan 15 pelabuhan tersebut akan dialihkan untuk pelabuhan di wilayah terpencil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×