kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pembangunan lahan garam Cheetham terkatung-katung


Senin, 24 Februari 2014 / 15:55 WIB
Pembangunan lahan garam Cheetham terkatung-katung
ILUSTRASI. Kadar Asam Urat Normal & Cara Menghilangkan Asam Urat Di Tangan & Kaki Secara Alami


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Nasib lahan penggaraman PT Cheetham Garam Indonesia di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terkatung-katung. Padahal, rencana pembangunan lahan penggaraman terintegrasi tersebut sudah diwacanakan sejak tiga tahun lalu.

Arthur Tanudjaja, Presiden Direktur Cheetam mengatakan, dari total lahan seluas 1.050 hektare (ha) yang direncanakan, kini Cheetham tinggal menunggu pemberian status hak guna usaha (HGU) atas tanah seluas 770 ha. "Kita minta adanya percepatan, sudah hampir tiga tahun," kata Arthur beberapa waktu lalu.

Bila masalah lahan tersebut dapat segera direalisasikan, Arthur bilang pembangunan areal penggaraman tersebut dapat segera dibangun. Catatan saja untuk membangun areal penggaraman tersebut dibutuhkan waktu hingga 18 bulan.

Arthur bilang, dengan teknologi yang akan dipakai, nantinya produksi garam diareal lahan penggaraman yang dibangun Cheetham akan mencapai sekitar 200.000 ton-240.000 ton per musim. Teknologi tersebut di datangkan dari beberapa negara seperti Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×