CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pembebasan lahan jadi masalah utama KEK Bitung


Kamis, 30 April 2015 / 14:57 WIB
ILUSTRASI. Jadwal lengkap kereta (KA) Prameks, Senin-Minggu, 20-26 November 2023


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BITUNG. Menteri Perindustrian, Saleh Husin, hari ini melakukan peninjauan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (30/4).

Husein menjelaskan, hingga saat ini, yang menjadi kendala terbesar dalam pembangunan kawasan industri ini dikarenakan masih sulitnya pembebasan lahan."Lahan tidak mudah untuk dibebaskan, kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar lahan tidak menjadi masalah nantinya," jelasnya.

Husein menjelaskan, jika permasalahan lahan ini masih berlanjut, pihaknya mengkhawatirkan akan berefek kepada investor yang hendak menanamkan modalnya. "Kita berharap agar pembebasan lahan cepat selesai dan investor yang datang tidak lagi bermasalah dengan lahan," jelasnya.

Menurut Husein, pihaknya telah menganggarkan dana Rp 140 miliar untuk penyediaan lahan dan infrastruktur di kawasan industri khusus ini. "Kementrian perindustrian sudah menganggarkan dana untuk pembebasan lahan, tapi harga harus memiliki patokan," jelasnya.

Catatan saja, dari 534 hektare lahan yang rencananya akan digarap, 92 hektare masih terganjal pembebasan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×