CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pembentukan holding Indonesia Battery rampung bulan depan


Kamis, 15 Oktober 2020 / 17:03 WIB
ILUSTRASI. Orias Petrus Moedak Dirut MIND ID


Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pembentukan holding PT Indonesia Battery ditargetkan kelar pada bulan ini.

CEO MIND ID Orias Petrus Moedak mengungkapkan pembentukan tim telah dilakukan sejak Februari silam oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

"Rencananya dalam satu dua bulan dan minggu ini PT ini sudah bisa selesai. Ini sedang dikerjakan," ungkap Orias dalam Konferensi Pers Virtual, Kamis (15/10).

Kendati pembentukan holding baru akan rampung beberapa waktu ke depan, Orias memastikan dalam pekan ini ketiga perusahaan BUMN yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) tengah melakukan pembicaraan terkait pembentukan holding ini. Pembicaraan tersebut meliputi porsi saham dalam holding.

Ia menambahkan, kepastian pembentukan holding juga bakal memudahkan pengambilan keputusan terkait pendanaan proyek ke depannya.

Baca Juga: Garap proyek baterai listrik US$ 12 miliar, begini rencana pendanaan konsorsium BUMN

"Mereka lagi bicarakan minggu ini kan, tinggal lapor ke pak menteri dan (kalau) setuju ya sudah jadi. Tinggal akta pendirian dan segala macam itu kan butuh waktu," jelas Orias.

Asal tahu saja, produk baterai dari proyek tersebut utamanya ditujukan untuk keperluan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan untuk penyimpanan energi listrik (storage) khususnya dalam melengkapi pemanfaatan energi surya.

Dalam paparannya, Orias menerangkan bahwa klaster EV baterai akan dibangun pabrik pengolahan nikel dengan metode High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).

Pembangunan pabrik rencananya berlokasi di Maluku Utara atau Konawe Utara, dengan estimasi investasi mencapai US$ 3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×