kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.050   42,00   0,23%
  • IDX 6.264   29,41   0,47%
  • KOMPAS100 822   3,36   0,41%
  • LQ45 626   2,51   0,40%
  • ISSI 217   0,86   0,40%
  • IDX30 352   2,00   0,57%
  • IDXHIDIV20 432   1,19   0,28%
  • IDX80 94   0,38   0,41%
  • IDXV30 119   0,44   0,37%
  • IDXQ30 112   0,28   0,25%

Pemerintah diminta antisipasi penurunan mutu gabah selama La Nina


Senin, 26 Oktober 2020 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah petani memanen padi di Kampung Pasir Gadung, Kasemen, Serang, Banten, Senin (31/8/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Meski La Nina bisa menyebabkan banjir juga menyebabkan gagal panen, tetapi Dwi mengatakan dampak negatif tersebut tidak lebih besar dari dampak positif yang dihasilkan. Dwi menjelaskan, adanya La Nina justru berdampak positif pada produksi beras karena produksinya bisa meningkat.

"Jadi La Nina hampir selalu menyebabkan produksi meningkat. El Nino sebaliknya, hampir selalu menyebabkan produksi turun," jelasnya.

Peningkatan produksi ini lantaran tanaman padi membutuhkan air. Dia juga mengatakan, dengan peningkatan curah hujan, wilayah-wilayah yang tadah hujan bisa melakukan tanam sampai dua kali.

Dengan begitu, petani yang sudah melakukan penanaman di Oktober, mereka bisa melakukan panen di Januari-Februari, lalu bisa dilakukan penanaman kembali pada Januari.

Selanjutnya: Mewaspadai Kelangkaan Beras

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×