kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Pemerintah diminta antisipasi penurunan mutu gabah selama La Nina


Senin, 26 Oktober 2020 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah petani memanen padi di Kampung Pasir Gadung, Kasemen, Serang, Banten, Senin (31/8/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Meski La Nina bisa menyebabkan banjir juga menyebabkan gagal panen, tetapi Dwi mengatakan dampak negatif tersebut tidak lebih besar dari dampak positif yang dihasilkan. Dwi menjelaskan, adanya La Nina justru berdampak positif pada produksi beras karena produksinya bisa meningkat.

"Jadi La Nina hampir selalu menyebabkan produksi meningkat. El Nino sebaliknya, hampir selalu menyebabkan produksi turun," jelasnya.

Peningkatan produksi ini lantaran tanaman padi membutuhkan air. Dia juga mengatakan, dengan peningkatan curah hujan, wilayah-wilayah yang tadah hujan bisa melakukan tanam sampai dua kali.

Dengan begitu, petani yang sudah melakukan penanaman di Oktober, mereka bisa melakukan panen di Januari-Februari, lalu bisa dilakukan penanaman kembali pada Januari.

Selanjutnya: Mewaspadai Kelangkaan Beras

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×