kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pemerintah diminta lindungi produsen kertas lokal


Kamis, 06 Maret 2014 / 17:16 WIB
Pemerintah diminta lindungi produsen kertas lokal
ILUSTRASI. Buruh tani membawa padi hasil panen di areal persawahan Kepuh, Karawang, Jawa Barat, Jumat (11/2/2022). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/rwa.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengharapkan pemerintah untuk melindungi produsen kertas dalam negeri. Pasalnya, selama ini produk kertas Indonesia diluar negeri menjadi sasaran dugaan praktik dumping karena diduga ada subsidi dari pemerintah.

Rusli Tan, Wakil Ketua Umum II APKI mengatakan, selain Pakistan produk kertas Indonesia juga mendapat serangan dari beberapa negara lain seperti Jepang, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Rusli khawatir bila tidak ada perlindungan terhadap produsen kertas lokal maka perusahaan kertas dalam negeri akan gulung tikar.

Meski tidak merinci, Rusli bilang produk kertas asal Indonesia memang jauh lebih kompetitif harganya bila dibandingkan dengan produk kertas asal negara lain. "Dari sisi bahan baku saja biaya produksi jauh lebih murah," kata Rusli, Rabu (5/3).

Di Indonesia pohon akasia dan eukaliptus dapat berkembang lebih cepat dibandingkan dengan di negara sub-tropis. Dalam waktu 4-6 tahun, pohon akasia tersebut sudah dapat dipanen dan dimanfaatkan untuk bahan baku, sedangkan bila ditanam di wilayah sub-tropis pohon akasia baru dapat dipanen dalam waktu 60-70 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×