kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.970   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pemerintah genjot sertifikasi lahan sawit milik rakyat


Rabu, 14 Maret 2018 / 17:11 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution saat Munas X GAPKI


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menggenjot pembagian sertifikasi lahan bagi petani kelapa sawit rakyat. Tahun ini ditargetkan pemberian sertifikat untuk 7 juta persil atau bidang tanah.  

"Pemerintah akan mempercepat sertifikasi tanah rakyat," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam Musyawarah Nasional X Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Rabu (14/3).

Darmin bilang, pencapaian percepatan sertifikasi pada tahun 2017 mencapai 5 juta persil per tahun. Angka ini ditargetkan naik menjadi 7 juta persil tahun ini, dan menjadi 9 juta persil pada 2019.

Pemberian sertifikat ini akan berbasis klaster agar petani menjadi lebih kuat. "Dalam klaster bisa melahirkan eksternalitas yang diawali dengan bibit yang baik," terang Darmin.

Kemitraan dalam industri kelapa sawit dinilai penting oleh pemerintah. Dibandingkan dengan produk perkebunan lain, hanya sektor kelapa sawit yang mayoritas diisi oleh pihak swasta.

"Perbedaan signifikan kelapa sawit merupakan komoditas yang peranan swastanya besar," jelas Darmin.

Sementara sektor perkebunan lainnya tidak banyak diisi oleh pihak swasta. Darmin bilang komoditas seperti karet, kopi, kakao, dan kelapa belum banyak diisi oleh pihak swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×