kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pemerintah kaji BK CPO


Jumat, 12 November 2010 / 12:29 WIB
ILUSTRASI. Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Ekspor minyak sawit mentah Indonesia masih cukup besar. Karenanya, saat ini Kementerian Perekonomian tengah melakukan evaluasi Bea Keluar (BK) CPO.

"Saat ini kita sedang meminta masukan dari kalangan pelaku industrinya. Mudah-mudahan revisi BK CPO bisa selesai secepatnya," kata Asisten Deputi Urusan Perkebunan dan Hortikultura Deputi Bidang Pertanian dan Kelautan Kementerian Koordinator Bidang perekonomian Musdhalifah Machmud.

Langkah pemerintah tersebut merupakan respons Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Fadhil Hasan yang menyatakan bahwa tingginya BK CPO maupun turunannya akan menyusutkan daya saing ekspor. Nah, turunnya daya saing ekspor itu membuat industri sawit tidak bergairah karena keuntungan yang seharusnya bisa diperoleh akhirnya disetorkan ke negara berupa BK. Dari segi permintaan CPO dan turunan, adanya BK tersebut menurutnya tidak berpengaruh.

Kinerja ekspor CPO dan turunannya sampai dengan Agustus 2010 sudah mencapai 9,7 juta ton dengan rata-rata ekspor 1,2 juta perbulannya. Ekspor September tercatat 1,2 juta ton atau mengalami 500 ribu ton dibandingkan dengan realisasi ekspor Agutus yang mencapai 1,7 juta ton.

Musdhalifah menambahkan, untuk optimalisasi pemanfaatan CPO di dalam negeri, saat ini pemerintah juga terus mempercepat persiapan hilirisasi industri kelapa sawit. "Kluster industri hilir kelapa sawit juga salah satu program yang dipercepat pengembangannya," katanya.

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan beberapa kluster industri hilir CPO yaitu di Sei Mangkei (Sumatra Utara), Maloy (Kalimantan Timur), Dumai dan Kuala Enok (Riau).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×