kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pemerintah masih sulit munculkan petani baru


Kamis, 11 Agustus 2016 / 17:04 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Impian Pemerintah untuk menyediakan petani baru di lahan sawah luar Pulau Jawa masih cukup sulit diwujudkan. Pasalnya, banyak faktor yang belum disiapkan oleh Pemerintah.

Said Abdullah Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) menilai, untuk menciptakan petani baru di luar Jawa harus disesuaikan dengan budayanya. " Kalau di sana tidak biasa menanam padi atau jagung maka akan berat untuk diwujudkan," katanya, Kamis (11/8).

Lainnya, Pemerintah juga harus mempersiapkan hal lainnya seperti trasfer ilmu pengetahuan bidang pertanian, penguatan sistem organisasi, kemudahan akses seperti jalan, dan juga infrastruktur tambahan lainnya misalnya sumber air. " Menciptakan petani muda itu realistis asal hilirnya jelas dan paralel dengan pendapatan," tambahnya.

Dengan masih banyaknya hal yang perlu diperbaiki, target Pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan di tahun 2017 masih jauh dari harapan. Asal tahu saja, sepanjang tahun 2016, Pemerintah menargetkan bakal membuka lahan sawah baru sebesar 1 juta hektare (ha).

Siswoyo Kepala Bidang Penyelenggaran Pendidikan Kementerian Pertanian mengaku untuk menumbuhkan petani baru Pemerintah sudah menyiapkan penyuluh di setiap lokasi. "Keseimbangan antara lahan yang disiapkan dan petani kuncinya ada di penyuluh," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×