kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Ekspor Sektor Pertambangan Menyusut 8,44% Imbas Penurunan Ekspor Batubara


Rabu, 03 Juni 2026 / 10:04 WIB
Ekspor Sektor Pertambangan Menyusut 8,44% Imbas Penurunan Ekspor Batubara
ILUSTRASI. Impor dan harga batubara termal Asia (REUTERS/Amit Dave)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor kumulatif hingga April 2026. Di tengah pertumbuhan ekspor komoditas non-migas, sektor pertambangan dan lainnya justru mengalami penurunan imbas nilai ekspor batubara yang lebih rendah dari periode sebelumnya.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengungkapkan bahwa ekspor non-migas sepanjang Januari - April 2026 tercatat sebesar US$ 87,74 miliar. Mengalami pertumbuhan 6,28% dibandingkan periode Januari - April 2025, yang kala itu tercatat sebesar US$ 82,56 miliar.

Pudji menjelaskan, pertumbuhan ekspor non-migas didorong oleh sektor industri pengolahan yang mengalami kenaikan 9,78% dari US$ 68,84 miliar menjadi US$ 75,57 miliar. Hanya saja, pertumbuhan ekspor di sektor pengolahan tidak diikuti oleh sektor non-migas lainnya.

Baca Juga: BDx Kantongi Komitmen Listrik 1,2 GW dari PLN, Terbesar Untuk Data Center

Ekspor sektor pertanian, kehutanan dan perikanan anjlok sedalam 26,27% dari US$ 2,17 miliar menjadi US$ 1,60 miliar. Sementara untuk sektor pertambangan dan lainnya, BPS mencatat nilai ekspor sepanjang Januari - April 2026 turun 8,44% dari US$ 11,55 miliar menjadi US$ 10,58 miliar.

Penurunan nilai ekspor sektor pertambangan disumbang oleh menyusutnya ekspor batubara. Sepanjang Januari - April 2026, nilai ekspor batubara mengalami penurunan sebesar 7,27% secara tahunan dari US$ 8,17 miliar menjadi US$ 7,57 miliar.

Penurunan nilai ekspor tersebut sejalan dengan volume ekspor batubara yang menyusut 6,70% secara tahunan. Dari 122,76 juta ton pada Januari - April 2025 menjadi 114,54 juta ton sampai dengan April 2026. 

Ekspor batubara berkontribusi sebesar 71,55% dari nilai ekspor non-migas, dan menyumbang sebanyak 8,63% terhadap total ekspor non-migas Indonesia pada Januari - April 2026. Batubara merupakan salah satu dari tiga komoditas non-migas unggulan Indonesia, selain besi dan baja serta Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.

"Total ketiganya ini memberikan share sekitar 28,30% dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari - April 2026," kata Pudji dalam Rilis BPS yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026).

Pada periode Januari-April 2026, hanya batubara yang mengalami penurunan ekspor di antara komoditas non-migas unggulan lainnya. "Nilai ekspor besi dan baja naik 2,54% secara kumulatif. Nilai ekspor CPO dan turunannya naik 16,59% secara kumulatif. Nilai ekspor batubara turun 7,27% secara kumulatif," kata Pudji.

Baca Juga: Intra GolfLink (GOLF) Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Pelemahan Rupiah

Dari sisi perkembangan harga batubara di pasar internasional, BPS memotret pada April 2026, harga batubara kualitas tinggi mencapai US$ 130,92 per metrik ton. Level harga ini mencerminkan penurunan 5,54% secara bulanan, namun masih menunjukkan kenaikan 32,77% secara tahunan.

Sementara itu, harga batubara kualitas menengah dan rendah pada April 2026 berada di level US$ 94,78 per metrik ton. Harga batubara kategori ini naik 1,01% secara bulanan, namun turun 0,81% secara tahunan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×