kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   97,00   0,54%
  • IDX 5.948   -247,05   -3,99%
  • KOMPAS100 789   -35,78   -4,34%
  • LQ45 596   -23,65   -3,82%
  • ISSI 206   -8,15   -3,80%
  • IDX30 338   -11,45   -3,28%
  • IDXHIDIV20 417   -10,85   -2,54%
  • IDX80 90   -3,99   -4,26%
  • IDXV30 114   -3,47   -2,95%
  • IDXQ30 109   -3,22   -2,87%

Ekspor Sektor Pertambangan Menyusut 8,44% Imbas Penurunan Ekspor Batubara


Rabu, 03 Juni 2026 / 10:04 WIB
Ekspor Sektor Pertambangan Menyusut 8,44% Imbas Penurunan Ekspor Batubara
ILUSTRASI. Impor dan harga batubara termal Asia (REUTERS/Amit Dave)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor kumulatif hingga April 2026. Di tengah pertumbuhan ekspor komoditas non-migas, sektor pertambangan dan lainnya justru mengalami penurunan imbas nilai ekspor batubara yang lebih rendah dari periode sebelumnya.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengungkapkan bahwa ekspor non-migas sepanjang Januari - April 2026 tercatat sebesar US$ 87,74 miliar. Mengalami pertumbuhan 6,28% dibandingkan periode Januari - April 2025, yang kala itu tercatat sebesar US$ 82,56 miliar.

Pudji menjelaskan, pertumbuhan ekspor non-migas didorong oleh sektor industri pengolahan yang mengalami kenaikan 9,78% dari US$ 68,84 miliar menjadi US$ 75,57 miliar. Hanya saja, pertumbuhan ekspor di sektor pengolahan tidak diikuti oleh sektor non-migas lainnya.

Baca Juga: BDx Kantongi Komitmen Listrik 1,2 GW dari PLN, Terbesar Untuk Data Center

Ekspor sektor pertanian, kehutanan dan perikanan anjlok sedalam 26,27% dari US$ 2,17 miliar menjadi US$ 1,60 miliar. Sementara untuk sektor pertambangan dan lainnya, BPS mencatat nilai ekspor sepanjang Januari - April 2026 turun 8,44% dari US$ 11,55 miliar menjadi US$ 10,58 miliar.

Penurunan nilai ekspor sektor pertambangan disumbang oleh menyusutnya ekspor batubara. Sepanjang Januari - April 2026, nilai ekspor batubara mengalami penurunan sebesar 7,27% secara tahunan dari US$ 8,17 miliar menjadi US$ 7,57 miliar.

Penurunan nilai ekspor tersebut sejalan dengan volume ekspor batubara yang menyusut 6,70% secara tahunan. Dari 122,76 juta ton pada Januari - April 2025 menjadi 114,54 juta ton sampai dengan April 2026. 

Ekspor batubara berkontribusi sebesar 71,55% dari nilai ekspor non-migas, dan menyumbang sebanyak 8,63% terhadap total ekspor non-migas Indonesia pada Januari - April 2026. Batubara merupakan salah satu dari tiga komoditas non-migas unggulan Indonesia, selain besi dan baja serta Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.

"Total ketiganya ini memberikan share sekitar 28,30% dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari - April 2026," kata Pudji dalam Rilis BPS yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026).

Pada periode Januari-April 2026, hanya batubara yang mengalami penurunan ekspor di antara komoditas non-migas unggulan lainnya. "Nilai ekspor besi dan baja naik 2,54% secara kumulatif. Nilai ekspor CPO dan turunannya naik 16,59% secara kumulatif. Nilai ekspor batubara turun 7,27% secara kumulatif," kata Pudji.

Baca Juga: Intra GolfLink (GOLF) Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Pelemahan Rupiah

Dari sisi perkembangan harga batubara di pasar internasional, BPS memotret pada April 2026, harga batubara kualitas tinggi mencapai US$ 130,92 per metrik ton. Level harga ini mencerminkan penurunan 5,54% secara bulanan, namun masih menunjukkan kenaikan 32,77% secara tahunan.

Sementara itu, harga batubara kualitas menengah dan rendah pada April 2026 berada di level US$ 94,78 per metrik ton. Harga batubara kategori ini naik 1,01% secara bulanan, namun turun 0,81% secara tahunan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×