kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah ogah memangkas Bea Keluar CPO


Kamis, 17 Januari 2013 / 07:44 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah BCA hari ini Selasa 21 September 2021, cek sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/21/11/2012.


Reporter: Handoyo | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Kementerian Perdagangan mengisyaratkan tidak akan memangkas Bea Keluar (BK) minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Kebijakan ini untuk mendukung program hilirisasi produk sawit.

"Sesuai sikap kami sebelumnya, tidak ada perubahan," ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Jakarta, Rabu (16/1).

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menambahkan, BK CPO telah mempertimbangkan prospek jangka panjang industri sawit. Dengan produksi CPO yang terus meningkat di tengah lesunya permintaan ekspor, maka pemanfaatan CPO sebagai bahan baku biofuel perlu dipacu.

Pemerintah Indonesia menetapkan BK CPO untuk Januari 2013 sebesar 7,5%. Sedangkan Malaysia mulai bulan ini memangkas pajak progresif atas CPO menjadi 4,5% hingga 8,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×