kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Pemerintah potong anggaran, penangkar bibit tanaman perkebunan menjerit


Jumat, 08 Mei 2020 / 21:14 WIB
ILUSTRASI. Petani menyiram bibit kelapa sawit yang telah disertifikasi di Desa Rimba Langgeh, Kecamatan Arogan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Rabu (24/1). Sertifikasi benih kelapa sawit untuk meningkatkan kualitas hasil produksi serta mencegah beredarnya benih sawit pa


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Harapan yang sama juga disampaikan Hasanuddin Sigalingging. Pria yang juga menjabat wakil ketua PPBPTI ini mengatakan, mayoritas penangkar memiliki modal terbatas. Bila bibit mereka tidak laku maka mereka bisa saja gulung tikar alias bangkrut.

Kalau dipotong maka banyak yang menanggung resiko, penangkar-penangkar besar dan penangkar kecil dan tenaga kerja akan mengalami kerugian dan akhirnya akan berdampak pada ekonomi di pedesaan,” ucap Hasanuddin.

Sekretaris Dewan Pembina Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI), Indarwati, mengharapkan pemerintah dapat menyikapi kondisi kritis ini dengan cara yang bijaksana.

Baca Juga: Kemtan upayakan ketersediaan benih bawang putih lokal

Jangan sampai pemotongan anggaran yang bermaksud untuk membantu kelompok masyarakat tertentu mengakibatkan dampak buruk kepada kelompok masyarakat lainnya yang dalam hal ini adalah penangkar benih tanaman perkebunan.

Nirmala, penangkar asal Jember, Jawa Timur mengaku pasrah ketika mendapatkan kabar dari Dinas jika 900.000 bibit kopi yang ia sediakan untuk program pengadanaan program Kementerian Pertanian, hanya 300.000 bibit yang akan terserap.

“Artinya saya akan siap-siap memunaskan 600.000 batang kopi dengan total kerugian mencapai Rp 2 milyar,” terang Nirmala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×