kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.665   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.317   -53,28   -0,84%
  • KOMPAS100 834   -8,85   -1,05%
  • LQ45 634   -1,11   -0,17%
  • ISSI 225   -2,72   -1,19%
  • IDX30 362   0,40   0,11%
  • IDXHIDIV20 450   3,14   0,70%
  • IDX80 96   -0,68   -0,70%
  • IDXV30 124   -0,60   -0,48%
  • IDXQ30 118   1,00   0,85%

Pemerintah potong anggaran, penangkar bibit tanaman perkebunan menjerit


Jumat, 08 Mei 2020 / 21:14 WIB
ILUSTRASI. Petani menyiram bibit kelapa sawit yang telah disertifikasi di Desa Rimba Langgeh, Kecamatan Arogan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Rabu (24/1). Sertifikasi benih kelapa sawit untuk meningkatkan kualitas hasil produksi serta mencegah beredarnya benih sawit pa


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Harapan yang sama juga disampaikan Hasanuddin Sigalingging. Pria yang juga menjabat wakil ketua PPBPTI ini mengatakan, mayoritas penangkar memiliki modal terbatas. Bila bibit mereka tidak laku maka mereka bisa saja gulung tikar alias bangkrut.

Kalau dipotong maka banyak yang menanggung resiko, penangkar-penangkar besar dan penangkar kecil dan tenaga kerja akan mengalami kerugian dan akhirnya akan berdampak pada ekonomi di pedesaan,” ucap Hasanuddin.

Sekretaris Dewan Pembina Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI), Indarwati, mengharapkan pemerintah dapat menyikapi kondisi kritis ini dengan cara yang bijaksana.

Baca Juga: Kemtan upayakan ketersediaan benih bawang putih lokal

Jangan sampai pemotongan anggaran yang bermaksud untuk membantu kelompok masyarakat tertentu mengakibatkan dampak buruk kepada kelompok masyarakat lainnya yang dalam hal ini adalah penangkar benih tanaman perkebunan.

Nirmala, penangkar asal Jember, Jawa Timur mengaku pasrah ketika mendapatkan kabar dari Dinas jika 900.000 bibit kopi yang ia sediakan untuk program pengadanaan program Kementerian Pertanian, hanya 300.000 bibit yang akan terserap.

“Artinya saya akan siap-siap memunaskan 600.000 batang kopi dengan total kerugian mencapai Rp 2 milyar,” terang Nirmala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×