kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Pemerintah Siapkan Strategi Kejar Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun


Rabu, 16 September 2026 / 18:58 WIB
Pemerintah Siapkan Strategi Kejar Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun
ILUSTRASI. Kuota Impor Bawang Putih Ditambah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengejar swasembada bawang putih dalam tiga tahun. Strategi tersebut mencakup perluasan lahan, penguatan perbenihan, peningkatan produktivitas, dukungan pupuk bersubsidi hingga pembukaan akses pasar.

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Agung Sunusi mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario peningkatan produksi bawang putih dari hulu hingga hilir. Langkah ini diperlukan untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Pemerintah telah membuat skenario pencapaian swasembada benih bawang putih dan bawang putih konsumsi,” kata Agung dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Kejar Swasembada Bawang Putih, DPR Minta Kementan Siapkan Lahan Baru

Pemerintah menetapkan pengembangan bawang putih seluas 5.000 hektare (ha) pada 2026. Lahan tersebut antara lain tersebar di Jawa Tengah 2.240 ha, Nusa Tenggara Barat (NTB) 762 ha, Sumatera Utara 563 ha, Jawa Timur 358 ha dan Jawa Barat 245 ha.

Pengembangan tersebut menjadi tahap awal dari skenario peningkatan produksi. Pada 2026, pemerintah menargetkan pengembangan 5.000 ha untuk menghasilkan 20.000 ton benih. Luas pengembangan kemudian ditingkatkan menjadi 20.000 ha pada 2027 dengan produksi benih 80.000 ton.

Pada 2028, luas penanaman ditargetkan mencapai 80.000 ha, dengan produksi benih 120.000 ton dan bawang putih konsumsi sekitar 320.000 ton. Target kembali meningkat pada 2029, dengan luas tanam 120.000 ha, produksi benih 120.000 ton dan bawang putih konsumsi 630.000 ton.

Untuk menopang perluasan tersebut, pemerintah juga mendorong riset peningkatan produktivitas, termasuk memperbesar ukuran umbi, mempercepat dormansi dan mengembangkan teknologi budidaya dengan produktivitas tinggi.

Di sisi hilir, pemerintah menyiapkan promosi, akses pasar dan kemitraan. Pemerintah juga mengusulkan regulasi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bawang putih konde basah sebesar Rp12.000 per kilogram serta Harga Acuan Pemerintah untuk konde benih kering sebesar Rp46.000 per kilogram.

Baca Juga: Mentan Optimistis Swasembada Bawang Putih Bisa Tercapai Dalam 3 Tahun

Penguatan perbenihan menjadi bagian lain dari strategi tersebut. Kepala Pusat BRMP Hortikultura Inti Pertiwi Nashwari mengatakan pemerintah menyiapkan varietas unggul baru yang adaptif terhadap perubahan iklim dan dapat ditanam di dataran medium. 

Teknologi perbenihan cepat dan massal, termasuk kultur jaringan, juga dikembangkan.

Pada 2026, BRMP Hortikultura menargetkan produksi benih sumber dari lahan seluas 177 ha mencapai 593 ton. Pengembangan tersebut berada di Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB.

Pemerintah juga mengembangkan teknologi agar bawang putih dapat ditanam di luar musim atau off season. Selain itu, pemurnian benih dilakukan untuk meningkatkan kelas benih sekaligus mengatasi persoalan benih yang tercampur di sentra produksi.

Untuk meningkatkan produktivitas di tingkat budidaya, BRMP Hortikultura menyiapkan SOP Budidaya Bawang Putih melalui teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga), dengan target produktivitas hingga 20 ton per ha.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun

Dukungan pupuk turut menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Pupuk Indonesia menyebut pemupukan berkontribusi 25% terhadap produktivitas bawang putih. Karena itu, penggunaan pupuk bersubsidi diarahkan memenuhi prinsip tepat sasaran, jenis, dosis, waktu dan cara.

Pupuk Indonesia merekomendasikan pemupukan untuk mengejar potensi produksi 10–15 ton umbi basah per ha. Rekomendasi tersebut antara lain urea 300 kilogram per ha yang diberikan pada 15 dan 35 hari setelah tanam, serta NPK 15-15-15 sebanyak 600 kilogram per ha yang diaplikasikan bertahap pada 15, 35 dan 50–55 hari setelah tanam.

Dengan rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah berupaya membangun kapasitas produksi dari ketersediaan benih, perluasan lahan dan produktivitas hingga kepastian pasar, sebagai tahapan untuk mengurangi ketergantungan bawang putih impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×