kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.754   69,00   0,39%
  • IDX 6.396   -202,97   -3,08%
  • KOMPAS100 847   -26,92   -3,08%
  • LQ45 637   -13,66   -2,10%
  • ISSI 229   -9,22   -3,87%
  • IDX30 363   -5,99   -1,62%
  • IDXHIDIV20 449   -6,22   -1,37%
  • IDX80 97   -2,77   -2,77%
  • IDXV30 125   -3,34   -2,60%
  • IDXQ30 118   -1,39   -1,17%

Pemerintah targetkan investasi dari kawasan industri Rp 300 triliun hingga 2024


Jumat, 28 Februari 2020 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Kawasan industri di KEK Kendal, Jawa Tengah.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

Tentu saja, startegi ini sudah diperhitungkan. Bercermin dari pembangunan kawasan industri 5 tahun terakhir, jumlah kawasan industri operasional di 2015 sebanyak 80 kawasan industri dengan luas lahan 36.199 Ha.

Baca Juga: Jumlah KEK Makin Banyak tapi Realisasi Investasi Masih Minim

Kemudian di 2020 sudah ada 112 kawasan industri dengan luas lahan 52.438 Ha. "Artinya pertumbuhan perkembangan Kawasan Industri sangat signifikan," ujar Warsito.

Adapun pemerintah menegaskan, lima tahun ke depan bakal gencar membangun kawasan industri di luar pulau Jawa yang fokus pada hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA).

Nah, kebijakan pengembangan kawasan industri di luar jawa akan meningkatkan efisiensi sistem logistik. Selain itu sebagai pendorong pengembangan pusat ekonomi baru.

Meski sudah siapkan strategi, Warsito bilang ada sentimen eksternal yang menjadi tantangan bagi perkembangan investasi dalam negeri seperti dampak virus corona.

"Kami akan tetap optimistis untuk mendongkrak investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Warsito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×