kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pemerintah targetkan pengeboran panas bumi di Cisolok dan Nage rampung tahun ini


Jumat, 10 Desember 2021 / 17:30 WIB
Pemerintah targetkan pengeboran panas bumi di Cisolok dan Nage rampung tahun ini
ILUSTRASI. Pemerintah menargetkan pengeboran panas bumi di Cisolok dan Nage rampung tahun ini.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pengeboran panas bumi untuk dua area yang masuk dalam program government drilling dapat rampung pada tahun ini.

Adapun, government drilling merupakan pengeboran panas bumi yang dilakukan oleh pemerintah untuk meminimalisir risiko eksplorasi bagi pengembang. Selanjutnya, jika pengeboran telah rampung maka Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) tersebut bakal ditawarkan ke badan usaha untuk dikembangkan.

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Harris mengatakan, government drilling kini tengah dilakukan di area Cisolok, Sukabumi dan Nage, Nusa Tenggara Timur (NTT). "Cisolok dan Nage diupayakan selesai tahun 2021 untuk selanjutnya hasil government drilling ini akan ditawarkan kepada Badan Usaha pada tahun 2022/2023," ujar Harris kepada Kontan.co.id, Jumat (10/12).

Baca Juga: Tambah kapasitas pembangkit panas bumi, PGE akan terbitkan green bond pada tahun 2022

Kendati demikian, Harris belum bisa menyebut potensi panas bumi dari dua area ini. yang terang, untuk saat ini proses pengeboran pada dua lokasi tersebut masih berjalan dengan menggunakan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain 2 WKP tersebut, pemerintah juga kini tengah melakukan evaluasi dan pemutakhiran hasil akuisisi data geosains untuk 6 WKP lainnya. Keenam wilayah tersebut yakni Cisolok Cisukarame, Nage, Bittuang, Tampomas, Sembalun dan Gunung Endut.

Selain itu, ada dua wilayah lainnya yakni Gunung Tampomas dan Gunung Ciremai yang tengah dilakukan proses sosialisasi pelaksanaan akuisisi data.

Harris melanjutkan, di tahun depan pemerintah masih akan melakukan pengeboran untuk tiga WKP yakni Wae Sano (NTT), Jailolo (Maluku Utara) dan Bittuang (Sulawesi Barat).

"Government drilling ini akan dilaksanakan oleh PT SMI bersama Geo Dipa. Diharapkan dimulai pada 2022," kata Harris.

Kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia mencapai 2.175 MW. Sayangnya, pemanfaatan tersebut baru mencapai kurang dari 10% total potensi yang ada. Total potensi sumber daya panas bumi Indonesia disebut mencapai 23,76 GW.

Baca Juga: Konsumsi listrik per kapita ditargetkan capai 4.000 kwh per kapita pada 2045

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×