kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pendapatan Angkutan Barang PTKA DAOP VI Jogja Terkikis Rp 47 Miliar


Selasa, 29 Juni 2010 / 09:06 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA.Kepala Daerah Operasional (DAOP) VI Jogjakarta PTKA Noor Hamidi memastikan perseroan berpotensi kehilangan pendapatan Rp 47 miliar dari bisnis angkutan barang dari daerah Jogjakarta dan sekitarnya.

Rinciannya, Rp 30 miliar karena PT Pertamina (Persero) mengurangi pengiriman Bahan Bakar Minyak menggunakan KA dari stasiun Rewulu, Bantul ke Madiun dan Cepu karena kebijakan pipanisasi. Serta Rp 17 miliar melayang karena belum terealisasinya angkutan air mineral dari Stasiun Ceper,Klaten-Stasiun Jakarta Gudang.

"Angkutan BBM yang tadinya masing-masing dua kali sehari ke Madiun dan Cepu, sekarang rata-rata hanya satu kali ke Madiun," kata Noor.

Karena itulah, ia pesimis DAOP VI bisa memenuhi target pendapatan dari angkutan barang sebesar Rp 92,2 miliar tahun ini. Karena sampai Mei lalu, DAOP VI baru mengantongi pendapatan dari angkutan barang sebesar Rp 16,5 miliar.

"Kami sedang membahas dengan Pertamina, agar pengiriman BBM nya bisa dilakukan dua kali sehari ke Madiun. Caranya dengan mengubah jadwal keberangkatan dari Rewulu sehingga sampai di Madiun pagi hari. Sehingga masih cukup waktu untuk bongkar muat karena selama ini sampai Madiun memang sudah sore," jelasnya.

PTKA menargetkan pendapatan DAOP VI bisa mencapai Rp 422,5 miliar dengan rincian Rp 313,1 miliar dari angkutan penumpang, Rp 92,2 miliar dari angkutan barang dan Rp 17,1 miliar dari pendapatan pendukung operasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×